Jagongan Lintas Iman di Lawang Satukan 275 Pemuda, Teguhkan Pancasila sebagai Perekat Keberagaman

MALANG – Sebanyak 275 pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi, komunitas, dan lintas agama berkumpul dalam kegiatan Jagongan Lintas Iman di Gedung Cakra Buana, Lawang, untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Forum tersebut menjadi ruang bersama bagi generasi muda untuk memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

Mengusung tema “Pemuda Pembawa Semangat Pancasila”, kegiatan ini digagas oleh GKJW Lawang bersama PAC Ansor Kecamatan Lawang dengan dukungan sejumlah gereja, Komunitas Baha’i, dan berbagai organisasi kepemudaan lintas iman.

Nuansa kebersamaan sudah terasa sejak pembukaan acara yang diisi penampilan musik keroncong Swaraning Sukma dan Tari Cunduk Mendur. Selanjutnya, doa lintas agama yang dipimpin Bhante Jayamedo menjadi simbol dimulainya dialog yang mengedepankan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.

Dalam sesi diskusi, akademisi Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. H. Saifullah, M.HI, mengajak peserta memandang Pancasila sebagai rumah bersama yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.

Sementara itu, Dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., CPCE, menilai berbagai konflik sosial kerap berawal dari prasangka, stereotip, fanatisme kelompok, dan rendahnya empati antarsesama.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan solusi untuk membangun hubungan sosial yang lebih harmonis.

“Karena itu, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu Pdt. Gide Hendro Buono, M.Fil., berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan sosial, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga dinamika kebijakan publik, dalam suasana yang terbuka dan penuh penghormatan terhadap perbedaan.

Ketua pelaksana kegiatan, Catur, mengatakan ruang dialog seperti ini penting untuk terus dihadirkan agar generasi muda terbiasa membangun komunikasi dan persaudaraan lintas identitas.

“Kita harus memberi ruang kepada para pemuda dan pemudi untuk jagongan bersama demi kebersamaan dan kedamaian bangsa Indonesia,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan MWCNU Lawang, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat, IPNU, IPPNU, Gusdurian Muda Malang, Sapta Dharma, Padepokan Dhamadipa Arama, GKA Imanuel, Gereja Jago, GBI Victory, Komunitas Baha’i, serta unsur Muspika Lawang.

Dalam sambutannya, Camat Lawang Nur Soleh Hidayat menegaskan pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimka berkomitmen mendukung kegiatan yang memperkuat kerukunan masyarakat.

“Kami selaku Muspika Kecamatan Lawang akan mendukung seluruh kegiatan positif di wilayah Lawang demi terjaganya kedamaian dan keamanan bersama,” ujarnya sebelum mengajak seluruh peserta mengucapkan Salam Pancasila.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Ikrar Paseduluran yang kemudian dilanjutkan doa bersama oleh tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Baha’i, dan Sapta Dharma sebagai wujud komitmen bersama menjaga persatuan bangsa.

Jagongan Lintas Iman di Lawang menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam merawat kebhinekaan. Melalui dialog, saling menghormati, dan semangat gotong royong, Pancasila tidak hanya diperingati sebagai sejarah, tetapi juga dihidupkan sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang damai dan bersatu.