Sanggau — Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial di era digital, generasi muda dinilai memegang peran penting dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Pesan itu disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sanggau, Suyono Asun, yang mengingatkan anak muda agar tidak mudah terjebak dalam fanatisme sempit yang justru dapat merusak kebersamaan.
“Anak muda harus mawas diri dalam menjaga kerukunan umat beragama dan menjaga persatuan bangsa. Jangan sampai muncul sikap fanatisme yang justru dapat memecah belah kebersamaan,” ujar Suyono, Selasa (20/5).
Menurutnya, tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal menjaga hubungan sosial di lingkungan nyata, tetapi juga bagaimana bersikap bijak menghadapi banjir informasi di media sosial.
Ia menilai, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat anak muda rentan terpapar berbagai narasi provokatif jika tidak dibekali sikap kritis dan nilai toleransi yang kuat.
Karena itu, budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan harus terus ditanamkan sejak dini agar kehidupan sosial tetap harmonis dan damai.
Di Sanggau, yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, perbedaan justru dipandang sebagai kekuatan bersama yang harus dijaga.
“Kerukunan harus dijaga bersama. Jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Suyono berharap generasi muda tidak hanya menjadi penerus bangsa secara formal, tetapi juga tampil sebagai teladan dalam menjaga toleransi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, jika sikap saling menghormati terus dirawat dan fanatisme berlebihan dijauhi, masyarakat Sanggau akan tetap hidup dalam suasana aman, damai, dan kondusif.
“Persatuan itu tidak lahir dari kesamaan, tetapi dari kemampuan kita menghargai perbedaan,” ujarnya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!