Balikpapan Jaga Harmoni Lewat Penguatan Kerukunan Umat

Balikpapan — Di tengah pesatnya perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan terus memperkuat fondasi sosialnya. Pemerintah Kota bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar sosialisasi aturan pendirian rumah ibadah sekaligus penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat multikultural, Senin (18/5).

Kegiatan yang digelar di Kelenteng Guang De Miao itu menjadi simbol penting komitmen menjaga harmoni sosial di kota yang kini berperan sebagai salah satu penyangga utama IKN.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan bersama, bukan sumber konflik.

“Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan,” tegas Rahmad.

Dalam forum tersebut, pemerintah dan FKUB membahas implementasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang mengatur pemeliharaan kerukunan umat beragama serta tata cara pendirian rumah ibadah.

Rahmad menilai aturan tersebut kerap disalahpahami sebagai hambatan administratif, padahal esensinya justru untuk menjaga keseimbangan sosial melalui musyawarah dan penghormatan antarumat beragama.

“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memahami substansi aturan secara utuh agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran FKUB yang selama ini dinilai konsisten menjadi ruang dialog lintas agama sekaligus penjaga stabilitas sosial di Balikpapan.

Menurut pemerintah kota, hadirnya IKN membawa perubahan besar, termasuk meningkatnya mobilitas penduduk dan semakin beragamnya latar belakang masyarakat yang datang ke Balikpapan. Situasi ini menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi melalui penguatan budaya toleransi.

Karena itu, komunikasi yang sehat, penghormatan terhadap perbedaan, dan keterbukaan antarkelompok dinilai menjadi modal penting agar transformasi kota berjalan tanpa mengganggu harmoni sosial.

Rahmad menegaskan Pemkot berkomitmen mempertahankan identitas Balikpapan sebagai kota yang nyaman, inklusif, dan religius melalui semangat “Madinatul Iman”.

“Pembangunan fisik memang penting, tetapi kekuatan sosial dan persatuan masyarakat adalah fondasi utama agar Balikpapan tetap menjadi kota yang damai dan harmonis,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen lintas agama yang bersama-sama menegaskan komitmen menjaga kerukunan di kota penyangga IKN itu.