DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah bersiap meluncurkan inovasi program terbaru bertajuk “Wisata Keberagaman”. Program yang akan dibiayai penuh melalui Dana Kelurahan Berbasis Rukun Warga (RW) pada tahun 2026 ini, dirancang khusus untuk merawat dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Kota Depok yang multikultural.
Gagasan ini berakar dari tingginya antusiasme warga terhadap usulan kegiatan wisata religi. Namun, dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkot Depok mengevaluasi konsep tersebut dan memutuskannya untuk dirombak agar lebih inklusif merangkul seluruh penganut agama dan golongan.
Dilansir dari TribunnewsDepok.com, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Mohamad Fahrizal, membenarkan adanya pergeseran narasi tersebut.
“Kata wisata religi dipandang terlalu kecil, sehingga kemudian dinarasikan ulang menjadi wisata keberagaman,” tegas Fahrizal.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa teknis pelaksanaan program ini tidak akan bersifat instruksional yang kaku, melainkan menawarkan fleksibilitas di lapangan. Warga diberikan kebebasan penuh untuk merancang jenis kegiatan—mulai dari gathering (kumpul warga) hingga acara refleksi bersama—yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan di lingkungan masing-masing.
“Kata kuncinya keberagaman; artinya melibatkan unsur-unsur masyarakat yang ada di lingkungan tersebut untuk membangun kebersamaan,” imbuh Fahrizal, menjelaskan mekanisme akar rumput dari program ini.
Dengan melibatkan seluruh unsur kemasyarakatan dari berbagai latar belakang, inisiatif yang akan diajukan melalui mekanisme perencanaan di tingkat kelurahan ini diharapkan mampu menjebol sekat-sekat perbedaan dan sentimen antarwarga.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!