Pati – Upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar diperkuat di Pati. Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama mendapat pembekalan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pati bekerja sama dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri, Senin (27/4/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan sebagai langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari paparan paham radikalisme dan ekstremisme, terutama melalui ruang digital yang kini banyak diakses pelajar.
Narasumber dari Densus 88, Iptu Reza Permana Putra, mengungkapkan bahwa paparan radikalisme di kalangan pelajar bukan sekadar potensi, tetapi telah menjadi kasus nyata di berbagai daerah.
“Kasusnya sudah terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Kalimantan. Beberapa di antaranya bahkan sudah melakukan tindakan nyata. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyebaran ideologi radikal kini menyusup melalui platform yang digemari remaja, termasuk gim daring seperti Free Fire, Roblox, PUBG Mobile, dan Mobile Legends: Bang Bang. Fitur percakapan langsung di dalam gim dimanfaatkan untuk mengirim tautan yang mengarahkan anak-anak ke grup tertutup.
“Ada aktor intelektual yang memanfaatkan live chat untuk menyebarkan ideologi radikal. Anak-anak yang terpapar biasanya mulai menarik diri dari lingkungan sosial,” jelasnya.
Ia juga menyebut pernah ditemukan kasus pelajar di wilayah Pemalang yang hingga dibaiat oleh kelompok ISIS. Temuan tersebut menjadi peringatan penting agar pengawasan terhadap aktivitas digital anak semakin diperkuat.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Niken Tri Meiningrum menegaskan bahwa pengawasan dari keluarga dan sekolah sangat diperlukan. Pihaknya akan menggandeng dinas pendidikan untuk memperluas sosialisasi ke seluruh sekolah menengah pertama negeri maupun swasta.
“Pendampingan intensif harus dilakukan. Jangan sampai anak mencari informasi tanpa kontrol dan justru terjerumus pada paham yang berbahaya,” tegasnya.
Meski hingga kini pelajar di Kabupaten Pati dinyatakan masih aman dari paparan radikalisme, pemerintah daerah tetap mengedepankan langkah antisipasi. Program sosialisasi dan pendampingan keluarga akan diperluas agar generasi muda tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!