Edukasi Dini Langkah Strategis Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme dan Ekstremisme

Jambi – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar terus diperkuat. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan edukasi di SMKN 1 Kota Jambi, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar My, perwakilan Densus 88 wilayah Jambi, serta diikuti seluruh keluarga besar SMKN 1 Kota Jambi.

Umar My menyampaikan apresiasi atas inisiatif Densus 88 yang menggelar sosialisasi tersebut. Ia juga berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman terkait bahaya radikalisme.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Densus 88 wilayah Jambi yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kami juga mengapresiasi SMK Negeri 1 Kota Jambi yang telah meluangkan waktu untuk siswa mengikuti sosialisasi,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari pengaruh paham ekstrem yang terus berkembang. Ia berharap upaya tersebut mampu menjaga lingkungan pendidikan tetap kondusif.

“Kita berharap Provinsi Jambi benar-benar terbebas dari paham radikalisme. Bahkan Indonesia, khususnya Jambi, bisa terhindar dari pengaruh tersebut,” katanya.

Selain edukasi langsung, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga mengambil langkah preventif melalui kebijakan administratif. Salah satunya pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah yang dituangkan dalam Instruksi Gubernur.

Kebijakan tersebut diperkuat melalui surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan agar implementasinya berjalan efektif. Menurut Umar, langkah ini penting untuk meminimalisasi paparan konten negatif di kalangan pelajar.

“Tidak hanya itu, kami juga terus melakukan sosialisasi seperti ini. Ini bagian dari rangkaian kegiatan bersama Densus 88 yang melakukan roadshow ke seluruh kabupaten dan kota di Jambi,” jelasnya.

Melalui pendekatan edukatif dan kebijakan preventif tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap lingkungan pendidikan di Jambi tetap menjadi ruang aman, terbuka, dan bebas dari pengaruh paham radikal.