Yogyakarta Jadi Rute Indonesian Walk for Peace 2026, Perkuat Pesan Toleransi dan Moderasi Beragama

Yogyakarta – Indonesian Walk for Peace (IWFP) 2026 menghadirkan rute baru dengan memasukkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai titik pemberhentian perjalanan para biksu. Kehadiran ini dinilai mencerminkan Yogyakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi serta mampu merawat keberagaman masyarakat.

Kepastian tersebut diperoleh dalam audiensi panitia IWFP 2026 dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam di Gedong Pareanom, Senin (20/4). Pemerintah daerah menyambut positif rencana tersebut dan menilai IWFP sebagai momentum memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.

“IWFP ini sejalan dengan cita-cita Pemda DIY dalam membangun moderasi kehidupan beragama, yakni saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujar Sri Paduka dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, nilai toleransi telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat DIY. Meski demikian, masih terdapat distraksi dan provokasi yang berpotensi memecah belah. Karena itu, kehadiran para biksu diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kerukunan.

Ketua Panitia IWFP 2026 Wilayah DIY Tandean Harry Setio Subagio menyebut pemberhentian di Yogyakarta menjadi yang pertama sepanjang tradisi ini berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi momentum penting bagi DIY sebagai kota toleransi.

“Baru pertama kali, ini sangat spesial bagi DIY sebagai city of tolerance, dan moderasinya sangat luas untuk membangun sinergi antar masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai tradisi perjalanan spiritual tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan keagamaan, tetapi juga sosial dan pariwisata. Karena itu, pihaknya berharap Yogyakarta dapat menjadi titik pemberhentian rutin pada pelaksanaan IWFP berikutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama DIY Ahmad Bajiej menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Walk for Peace 2026. Kanwil Kemenag DIY akan mendampingi kedatangan 51 biksu selama berada di Yogyakarta hingga pelepasan rombongan menuju Muntilan, Magelang.

“Kami siap mendukung berbagai agenda yang berlangsung di sini, sekaligus mendampingi rombongan 51 biksu,” kata Ahmad.

Ia berharap perjalanan lintas negara tersebut mampu menyebarkan pesan kedamaian serta memperkuat Yogyakarta sebagai daerah yang ramah bagi seluruh agama dan suku.

Perjalanan Walk for Peace 2026 akan dimulai dari Brahmavihara Arama pada 7 Mei 2026. Para biksu berjalan kaki melintasi Bali, Jawa Timur, hingga Yogyakarta sebelum mencapai puncak perjalanan di Candi Borobudur pada peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE, 31 Mei 2026.