Pangkalpinang – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai Pancasila menjadi faktor utama yang membuat Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai krisis, mulai dari persoalan ekonomi, politik, hingga gejolak global. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi potensi dampak konflik internasional, termasuk ketegangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Hal itu disampaikan dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara yang digelar MPR RI bekerja sama dengan DPW PKS Provinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang, Sabtu (18/4/2026). Diskusi tersebut mengangkat tema penguatan ketahanan nasional melalui nilai-nilai Pancasila.
Menurut Hidayat, Indonesia telah berulang kali menghadapi krisis besar, namun mampu melewatinya karena berpegang pada ideologi Pancasila yang menyatukan keberagaman bangsa.
“Indonesia sudah mengalami krisis ekonomi, politik, ideologi, hingga krisis global. Tetapi semuanya bisa dilalui karena kita berpegang pada Pancasila,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi dampak konflik Timur Tengah bukanlah ancaman baru bagi Indonesia. Dengan pengamalan nilai Pancasila secara konsisten, bangsa Indonesia dinilai memiliki ketahanan sosial untuk menghadapi tekanan global.
Hidayat menjelaskan sejak awal pembentukannya, Pancasila lahir dari kesepakatan tokoh lintas agama dan kelompok. Kesepakatan tersebut membuat Indonesia tetap utuh meski memiliki keragaman suku, agama, dan budaya.
Ia juga menyinggung pengalaman negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia yang mengalami perpecahan akibat lemahnya fondasi ideologi yang menyatukan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai perekat nasional.
“Kalau kita tidak mempunyai ideologi yang tumbuh dari Indonesia sendiri, maka kasus seperti Uni Soviet dan Yugoslavia bisa terjadi. Tapi kita tetap kokoh karena memiliki ideologi yang menyatukan,” katanya.
Hidayat mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan dan partai politik, untuk terus mengawal implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai penerapan nilai tersebut penting untuk menjaga persatuan sekaligus menghadapi potensi krisis akibat dinamika global.
Selain itu, ia menekankan kontribusi tokoh-tokoh bangsa, termasuk dari kalangan Islam, dalam perumusan Pancasila menjadi bukti bahwa ideologi tersebut lahir dari konsensus nasional. Karena itu, penguatan nilai Pancasila dinilai tetap relevan untuk menjaga stabilitas dan ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!