Jakarta – Upaya deradikalisasi tidak berhenti pada aspek keamanan semata. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kini menekankan pembinaan berbasis keterampilan sebagai bekal utama bagi narapidana terorisme (napiter) sebelum kembali ke kehidupan sosial.
Kepala BNPT Komjen (purn) Eddy Hartono menegaskan pendekatan tersebut dilakukan agar para napiter memiliki kesiapan mental dan kemampuan produktif saat bebas nanti. Menurutnya, program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas II B Sentul menjadi contoh model reintegrasi yang menggabungkan pelatihan keahlian dengan perubahan pola pikir.
“Model pembinaan napiter dengan pendekatan pembekalan keahlian salah satunya dilakukan di Lapas Kelas II B Sentul,” ujar Eddy saat menerima kunjungan kerja jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bogor, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, sebagian besar warga binaan di lapas tersebut merupakan napiter yang tinggal menjalani sisa hukuman sekitar satu hingga dua tahun. Karena itu, periode tersebut dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan keterampilan dan pembinaan soft skill agar mereka siap kembali ke masyarakat tanpa stigma dan tanpa kembali terpapar paham radikal.
Kunjungan BNN juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan langsung proses pembinaan yang berlangsung. Eddy menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat program reintegrasi sekaligus pencegahan kejahatan lintas isu, termasuk terorisme dan narkotika.
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengapresiasi pendekatan tersebut. Ia menilai pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada masa penahanan, tetapi juga membangun kemandirian warga binaan setelah bebas.
“Kami melihat pembinaan yang dilakukan BNPT luar biasa. Tidak hanya ditahan, tetapi juga dilatih soft skill sehingga mereka punya bekal untuk lebih produktif setelah keluar,” kata Suyudi.
Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan individu mantan napiter, sekaligus mengurangi risiko mereka kembali terjerumus dalam jaringan radikal maupun aktivitas ilegal lainnya.
Sinergi antara BNPT dan BNN diharapkan terus diperkuat, terutama dalam membangun model pembinaan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi bagi mantan napiter.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!