JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka kegiatan sosialisasi pembelajaran pendidikan Pancasila bagi para guru dan kepala sekolah se-DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta pada Selasa (7/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut Pramono menargetkan ibu kota untuk menjadi role model atau percontohan pendidikan ideologi bangsa di tingkat nasional. Ia menginstruksikan agar pengajaran Pancasila di lingkungan sekolah tidak lagi sebatas teori hafalan yang dogmatis, melainkan diintegrasikan dengan isu-isu aktual yang hidup di tengah masyarakat.
“Saya yakin Jakarta akan mudah-mudahan bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila ini bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi kehidupan sehari-hari di masyarakat,” ujar Pramono dalam sambutannya mengutip laporan Detik.
Guna mencapai target tersebut, Pramono menegaskan tiga pesan utama bagi para tenaga pendidik. Pertama, Pancasila harus hadir dalam ruang diskusi kelas yang hidup dan relevan. Kedua, metode pembelajaran harus dibuat menyenangkan dan bermakna, bukan sekadar hafalan. Ketiga, keberhasilan penguatan ideologi Pancasila harus selaras antara lingkungan keluarga, sekolah, dan realitas hidup bermasyarakat.
Untuk membuktikan bahwa nilai Pancasila hidup di ibu kota, Pramono turut mencontohkan wujud nyata keberagaman yang telah dipraktikkan oleh Pemprov DKI di ruang publik, seperti penyelenggaraan Christmas Carol kolosal, perayaan Imlek, hingga pawai ogoh-ogoh. Praktik toleransi kolektif ini, menurutnya, terbukti berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan menjadikan Jakarta sebagai kota teraman kedua di kawasan ASEAN berdasarkan Global Resident Index 2024.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!