Yogyakarta – Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Katolik Santo Antonius Padua, Kotabaru, Sabtu (4/4/2026), tak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Katolik, tetapi juga panggung penguatan toleransi di jantung Kota Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro dan jajaran Forkopimda hadir langsung untuk memastikan perayaan berlangsung aman sekaligus mempererat harmoni lintas agama.
Kehadiran rombongan pemerintah kota sekitar pukul 16.30 WIB disambut Kepala Paroki Romo Nicolaus Devianto Fajar Tri Nugroho SJ. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kehidupan keberagaman, terlebih sekitar 4.000 umat mengikuti sesi pertama Ekaristi Malam Paskah tahun ini.
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan. Ia menyebut kawasan Kotabaru sebagai contoh nyata harmoni, karena dalam satu jalur berdiri rumah ibadah dari berbagai agama yang hidup berdampingan.
“Kami merasakan toleransi di Jogja sangat baik. Ini harus terus dijaga bersama, karena keberagaman adalah kekuatan kota ini,” ujar Hasto di hadapan umat.
Selain menekankan pentingnya toleransi, Hasto juga memastikan aspek keamanan selama rangkaian ibadah. Aparat TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik untuk menjaga kenyamanan umat yang mengikuti perayaan Tri Hari Suci.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak komunitas gereja terlibat dalam gerakan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah melalui program “Mas Joss” (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Menurut Hasto, kolaborasi lintas komunitas penting agar kawasan Kotabaru tetap bersih dan nyaman bagi seluruh warga.
Sementara itu, Romo Fajar menjelaskan bahwa Malam Paskah tahun ini digelar dalam tiga sesi guna mengakomodasi tingginya antusiasme umat. Ia berharap semangat Paskah menjadi momentum memperkuat solidaritas dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
Ia menambahkan, posisi gereja yang berada di kawasan heterogen mendorong pihaknya aktif membangun relasi lintas iman. Kehadiran gereja, gereja Protestan, dan masjid dalam satu kawasan dinilai sebagai ruang hidup bersama yang perlu terus dirawat.
“Kami ingin ikut menjaga toleransi, karena Kotabaru adalah miniatur keberagaman. Harapannya, semangat Paskah membawa pengharapan dan mempererat persaudaraan,” katanya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!