Surabaya – SMK Muhammadiyah 1 Kapasan Surabaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus literasi digital siswa sebagai langkah preventif menghadapi ancaman radikalisme di kalangan pelajar.
Upaya ini dilakukan melalui program guru tamu yang melibatkan siswa kelas X dan XI, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan organisasi keagamaan.
Kepala sekolah, Irvandi, menegaskan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk karakter dan daya pikir siswa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Andi Hariyadi, Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, yang memberikan pembekalan terkait tantangan radikalisme di era digital.
Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, serta literasi digital agar pelajar tidak mudah terpengaruh konten provokatif di media sosial.
Menurut Andi, ada sejumlah faktor yang membuat pelajar rentan terpapar radikalisme, seperti krisis identitas, pengaruh lingkungan pergaulan, paparan konten ekstrem secara berulang, serta rendahnya kemampuan memverifikasi informasi.
“Kondisi ini bisa membuat pelajar salah memahami ideologi dan menganggap tindakan yang melanggar norma sebagai sesuatu yang benar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mengawasi aktivitas digital siswa, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka.
Lebih jauh, Andi mengajak pelajar untuk menumbuhkan semangat berlomba dalam kebaikan dan menghadirkan dakwah yang mencerahkan, bukan yang memecah belah.
“Radikalisme bukan jalan kebenaran, justru merugikan diri sendiri dan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif selama hampir dua jam tersebut mendapat respons positif dari siswa. Diskusi berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan era digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!