Mahasiswa Turun ke Kampung, Program Moderasi Beragama di Malang Didorong Lebih Membumi

Malang – Upaya memperkuat toleransi tak lagi berhenti di ruang diskusi kampus. Di Kota Malang, mahasiswa kini didorong turun langsung ke lingkungan masyarakat melalui program Kampung Moderasi Beragama.

Inisiatif ini digagas oleh Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara yang berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Malang, sebagai langkah konkret menghadirkan nilai moderasi beragama di tingkat komunitas.

Program tersebut dirancang bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Mahasiswa dilibatkan langsung untuk berinteraksi, membangun dialog lintas agama, hingga menginisiasi kegiatan sosial bersama masyarakat.

Ketua PMMBN Jawa Timur 2, Ahmad Fauzan, menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menjadikan moderasi beragama lebih dekat dan relevan dengan realitas sosial.

“Program ini kami dorong sebagai ruang interaksi sosial, di mana masyarakat bisa bertemu dalam kegiatan bersama. Dari situ, nilai toleransi tumbuh secara alami,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Fauzan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga membangun komunikasi terbuka antarwarga. Mahasiswa diharapkan berperan sebagai penggerak dialog yang mampu memperkuat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.

Pendekatan yang dilakukan pun bersifat praktis. Selain diskusi, kegiatan seperti kerja bakti, forum warga, hingga edukasi bagi generasi muda menjadi bagian dari strategi membangun kebersamaan lintas latar belakang.

Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi, penguatan moderasi beragama di tingkat akar rumput dinilai semakin penting. Interaksi langsung antarwarga menjadi kunci untuk merawat kepercayaan dan menghindari potensi konflik.

Melalui kolaborasi ini, kader PMMBN juga berperan sebagai fasilitator berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama. Mulai dari pertemuan warga hingga kegiatan kebersamaan yang mempererat relasi sosial.

Pihak Kemenag Kota Malang menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi program moderasi beragama di masyarakat.

Program Kampung Moderasi Beragama sendiri diharapkan menjadi ruang belajar sosial bagi warga, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga harmoni.

Dengan model pendekatan yang lebih membumi, mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat tempat mereka hidup dan berinteraksi.