Cirebon – Upaya menanamkan nilai moderasi beragama di lingkungan kampus terus digalakkan. Salah satunya dilakukan Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan bertajuk Seminar Penguatan Nilai Agama Keluarga Besar Bahasa Indonesia (SEPENA KBBI).
Bertempat di Gedung IAIN Cirebon Center (ICC), kegiatan ini tak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang temu lintas generasi—mahasiswa, dosen, hingga alumni—dalam mempererat hubungan kekeluargaan yang sempat terpisah oleh waktu.
Seminar menghadirkan Roziqoh, M.Pd., akademisi sekaligus praktisi dari Fahmina Institute, yang mengangkat pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Dalam paparannya, Roziqoh menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan sikap hidup yang mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia menyebut, kemampuan memahami diri sendiri menjadi kunci untuk bisa menerima keberagaman di sekitar.
“Moderasi adalah bentuk kedewasaan dalam beragama. Ketika seseorang mampu mengenali dirinya, ia akan lebih terbuka dalam menerima orang lain,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan penuh kehangatan. Selain sesi seminar, acara juga diisi dengan penampilan bakat dari Keluarga Besar Bahasa Indonesia, yang menambah nuansa kebersamaan dalam suasana akademik yang cair.
Salah satu momen paling berkesan adalah sesi musafahah atau saling bersalaman, yang menjadi simbol kuat terjalinnya kembali silaturahmi antaranggota keluarga besar Tadris Bahasa Indonesia.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama, mempertegas nilai kebersamaan sekaligus mempererat hubungan emosional lintas generasi.
Lebih dari sekadar agenda rutin organisasi, SEPENA KBBI menjadi refleksi pentingnya menjaga ukhuwah di tengah dinamika kehidupan kampus. HIMABI berharap kegiatan ini mampu menjadi jembatan yang tidak hanya menghubungkan antarindividu, tetapi juga menanamkan nilai moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan harmonis.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!