TNI–Polri Siaga Jelang Lebaran, 105 Ribu Prajurit dan Ribuan Alutsista Dikerahkan Amankan Arus Mudik

TNI–Polri Siaga Jelang Lebaran, 105 Ribu Prajurit dan Ribuan Alutsista Dikerahkan Amankan Arus Mudik

Jakarta – Persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 mulai dimatangkan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi penanda kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya selama periode mudik dan arus balik.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta Direktur Utama Muhammad Awaluddin.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa pengamanan Lebaran merupakan tanggung jawab bersama lintas institusi. Menurutnya, koordinasi yang solid antara TNI, Polri, kementerian, serta lembaga terkait menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Ia menegaskan, kehadiran aparat di tengah masyarakat selama masa mudik sangat penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun risiko kecelakaan lalu lintas.

“TNI dan Polri harus selalu hadir untuk rakyat. Tugas kita memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman selama mereka merayakan Idulfitri,” ujar Agus.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, TNI menyiapkan sekitar 105.365 prajurit serta mengerahkan 3.501 alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan ditempatkan di berbagai wilayah strategis.

Selain pengamanan di darat, dukungan transportasi laut juga disiapkan untuk membantu mobilitas masyarakat. TNI Angkatan Laut mengoperasikan dua kapal perang, yakni KRI Semarang-594 dengan rute Jakarta–Bangka Belitung–Jakarta serta KRI Banda Aceh-593 yang melayani rute Jakarta–Semarang–Surabaya–Jakarta. Kehadiran kapal perang tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.