Polri Perketat Deteksi Teror Jelang Idul Fitri 2026, Densus 88 Diminta Tingkatkan Pemetaan

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia meningkatkan langkah pencegahan terhadap potensi ancaman terorisme menjelang dan selama perayaan Idul Fitri 2026. Satuan khusus antiteror dikerahkan untuk memperkuat pemetaan ancaman guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan Kapolri telah memberikan arahan khusus kepada Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri untuk meningkatkan kewaspadaan melalui pemetaan potensi ancaman di berbagai wilayah.

“Bapak Kapolri sudah memberikan atensi dan mengarahkan rekan-rekan dari Densus 88 Antiteror untuk senantiasa meningkatkan proses pemetaan,” ujar Johnny di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut dia, selain melakukan pemetaan potensi ancaman, aparat juga menyiapkan berbagai langkah pencegahan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah tindakan preventive strike atau serangan pencegahan terhadap potensi ancaman yang terdeteksi oleh aparat keamanan.

Johnny menegaskan langkah tersebut penting mengingat perayaan Idul Fitri bukan hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga sosial. Aktivitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut membutuhkan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan nyaman.

“Secara prinsip, rekan-rekan dari Densus 88 Antiteror tetap melaksanakan berbagai upaya mulai dari sisi intelijen hingga pilihan strategi preventive strike,” katanya.

Pengamanan Idul Fitri tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sekitar 389.681 personel gabungan dari berbagai unsur di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polri juga menyiapkan 2.756 posko pengamanan, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di sejumlah titik strategis.

Selain itu, pengamanan difokuskan pada 185.544 objek di berbagai wilayah. Rinciannya meliputi 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara.

Polri berharap melalui langkah pengamanan tersebut, masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas selama masa libur Idul Fitri dengan rasa aman.