Makassar — Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Senin (9/3/2025). Di tempat yang biasanya digunakan untuk ibadah umat Katolik itu, tokoh agama dan masyarakat dari berbagai keyakinan berkumpul dalam doa bersama dan buka puasa lintas agama.
Kegiatan yang diinisiasi Keuskupan Agung Makassar ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat relasi antarumat beragama sekaligus menegaskan kuatnya tradisi toleransi di Sulawesi Selatan. Mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Merajut Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Damai, Harmoni, dan Rukun”, acara ini dihadiri berbagai tokoh penting lintas agama dan pemerintahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel H. Aminuddin, Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad, unsur Forkopimda, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat provinsi dan kota.
Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid mengatakan, kegiatan seperti ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Selatan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, momentum Ramadan justru memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati.
“Nilai-nilai toleransi yang selama ini kita gaungkan hari ini terlihat nyata. Umat beragama dapat menjalankan ibadah masing-masing sambil tetap menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah bersama tokoh agama terus berupaya menjaga iklim kerukunan di daerah. Salah satu indikatornya terlihat dari indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan yang mencapai 82,3, angka yang berada di atas rata-rata nasional.
Capaian tersebut, kata Ali Yafid, tidak lepas dari peran tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat yang secara konsisten merawat dialog serta kerja sama lintas iman.
“Kita semua berasal dari Tuhan yang sama. Karena itu sudah semestinya kita saling menghormati dan menjaga persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa menyampaikan bahwa kegiatan doa dan buka puasa bersama ini merupakan wujud komitmen untuk terus membangun ruang dialog antarumat beragama.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim yang tengah menjalani Ramadan.
Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk memperkuat rasa persaudaraan dan membangun kepercayaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Pertemuan ini adalah kesempatan yang indah untuk mempererat persaudaraan. Kita ingin terus menjaga semangat toleransi dan kerukunan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan untuk memperkuat persatuan, sebagaimana tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui pertemuan lintas agama tersebut, para tokoh berharap semangat kebersamaan dan dialog yang terbangun dapat terus dijaga, sehingga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis tetap terpelihara.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!