Jakarta – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).
Pertemuan yang berlangsung menjelang waktu berbuka hingga malam hari itu menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah dengan tokoh-tokoh agama dari berbagai organisasi Islam di Indonesia.
Dalam momen berbuka puasa, Presiden Prabowo duduk bersama sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Rais Aam Nahdlatul Ulama Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar.
Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan silaturahmi bersama ratusan tokoh agama dan pimpinan organisasi Islam dari berbagai daerah. Sebanyak 158 pimpinan ormas Islam serta pengasuh dan pimpinan pondok pesantren hadir dalam kegiatan yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan tersebut.
Kedatangan Presiden disambut lantunan salawat dan kasidah yang menambah suasana religius malam Ramadan. Prabowo kemudian menyalami para kiai satu per satu sambil berbincang santai dengan para tamu undangan.
Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi ketika Presiden menghampiri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri, Nurul Huda Djazuli. Ulama sepuh tersebut terlihat duduk di kursi roda di barisan depan ruangan acara.
Saat mendekat, Presiden Prabowo menunduk dan menyalami sang kiai, bahkan mencium tangan beliau sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah lama berkiprah dalam dunia pesantren.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menyapa para tamu undangan. Ia tampak menundukkan badan ketika menyalami Pengasuh Pesantren Al Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma’arif yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para tokoh pesantren dan ulama untuk menyampaikan pandangan serta dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Mohammad Hasib Wahab Hasbullah, menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap kebijakan ekonomi pemerintah dapat membawa dampak positif bagi kehidupan rakyat dalam waktu dekat.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud mengapresiasi langkah Presiden dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Menurutnya, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi pada upaya perdamaian dunia.
Ia juga menegaskan bahwa para kiai dan tokoh agama akan terus memberikan dukungan moral serta spiritual terhadap upaya pemerintah dalam memajukan bangsa.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin. Ia mengaku tersentuh dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan perdamaian dunia, termasuk dukungannya terhadap rakyat Palestina.
Selain para tokoh agama, sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Turut hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Acara silaturahmi Ramadan tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, ulama, dan organisasi masyarakat dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!