BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka kegiatan Rembuk Pancasila Seri IV Tahun 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Batam. Kegiatan yang mengusung tema penguatan ideologi kebangsaan ini digelar sebagai langkah strategis pemerintah daerah bersama akademisi untuk membentengi generasi muda, khususnya mahasiswa, dari ancaman paham radikalisme dan intoleransi yang kian masif menyusup melalui kanal-kanal digital.
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa di tengah arus globalisasi dan keterbukaan informasi, Pancasila harus menjadi filter utama bagi setiap anak bangsa. Menurutnya, peran mahasiswa sangat vital sebagai agen perubahan (agent of change) yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental ideologis yang kokoh untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Indeks Pembangunan Manusia Kepri saat ini berada di peringkat atas secara nasional. Ini modal penting menuju Indonesia Emas 2045. Namun semua itu harus dibarengi dengan penguatan nilai Pancasila agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham radikal dan intoleran,” kata Nyanyang dikutip dari Diskominfo Kepri pada Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, Rektor Unrika, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Kepri yang menjadikan Unrika sebagai tuan rumah perhelatan nasional ini. Ia memastikan bahwa kampusnya berkomitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam merawat kebinekaan dan menjadikan lingkungan akademik sebagai ruang yang steril dari benih-benih perpecahan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti diskusi panel terkait implementasi nilai Pancasila di era modern.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!