ENDE – Di tengah arus globalisasi yang kian deras, Pancasila kembali ditegaskan sebagai benteng utama keberagaman bangsa yang harus dihidupi, bukan sekadar dihafalkan. Sebagai ideologi negara, Pancasila secara alamiah memberikan ruang bagi keragaman keyakinan dan pandangan hidup dalam bingkai persatuan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Pancasila dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Flores (Uniflor), Karolus Charlaes Bego, SH, M.Sc, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Ende bertajuk “Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Pluralistik”, Rabu (14/1/2026).
Karolus menyoroti bahwa konflik sosial yang kerap muncul di tengah perbedaan sering kali dipicu oleh ego pribadi dan rendahnya ketahanan emosional. Padahal, Pancasila mengajarkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, yang menuntut keseimbangan antara hak dan kewajiban serta kerelaan memberi ruang bagi orang lain.
“Pancasila sebagai falsafah bangsa memberi ruang bagi keragaman kebenaran. Selama suatu keyakinan tidak dapat dibantah oleh kebenaran lain yang sahih, maka keyakinan tersebut patut dihormati dalam bingkai kebangsaan,” ujar Karolus.
Ia menambahkan, toleransi dan sikap mengalah dalam interaksi sosial bukanlah tanda kekalahan, melainkan strategi cerdas untuk menjaga harmoni sosial. Menurutnya, nilai persatuan Indonesia masih sangat relevan dan kuat, berakar pada kesadaran spiritual dan kebersamaan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Namun, Karolus juga memberikan catatan kritis terkait melemahnya praktik musyawarah mufakat. Ia menilai hal ini terjadi akibat salah tafsir terhadap kebebasan berekspresi dalam demokrasi.
“Musyawarah menuntut etika dialog, penghargaan terhadap pendapat orang lain, serta kesediaan menahan ego pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Menutup dialog, Karolus mengajak generasi muda untuk berpikir kritis dalam memfilter pengaruh asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Ia menekankan bahwa Pancasila hanya akan hidup jika diwujudkan dalam tindakan nyata: saling menghormati, toleransi, dan menjunjung tinggi keadilan di tengah masyarakat yang majemuk.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!