Rakerwil Kemenag Sultra, Moderasi Beragama Ditegaskan sebagai Benteng Umat

Baubau — Upaya membangun ketahanan umat di tengah dinamika sosial yang kian kompleks menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam forum tersebut, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Sultra Densus 88 Antiteror Polri tampil sebagai narasumber dan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat moderasi beragama.

Rakerwil yang digelar di Taminu Ballroom Hotel Nirwana Beach, Kota Baubau, Rabu (7/1/2026), mengusung tema “Menggagas Umat Masa Depan: Antara Idealita dan Realita”. Kegiatan ini diikuti sekitar 450 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan Kemenag kabupaten/kota, kepala seksi, kepala madrasah, serta para Kepala Urusan Agama (KUA) se-Sulawesi Tenggara.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kanwil Kemenag Sultra H. Mansur, Kepala BINDA Sultra Brigjen TNI Suwadi, Ketua BAZNAS Sultra Punardin, serta Ketua FKUB Sultra KH. Muslim.

Dalam paparannya, Kasatgaswil Sultra Densus 88 menekankan bahwa membangun umat masa depan tidak cukup hanya bertumpu pada idealisme nilai-nilai keagamaan, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman terhadap realitas sosial yang berkembang.

“Di tengah perubahan sosial yang cepat, aparatur Kemenag memiliki peran strategis dalam menjaga umat agar tidak terjebak pada sikap intoleran, radikal, maupun penyalahgunaan agama,” ujar Mas Jaya.

Ia menegaskan, moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan beragama yang harmonis sekaligus menjadi benteng efektif terhadap masuknya paham ekstrem.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Mansur, mengapresiasi kehadiran Densus 88 dalam forum strategis tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor, khususnya antara Kemenag dan aparat keamanan, menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan keagamaan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Kolaborasi ini sangat penting agar penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terimplementasi hingga ke tingkat akar rumput,” ungkap Mansur.

Rakerwil Kanwil Kemenag Sultra ini menjadi momentum konsolidasi bersama dalam memperkuat komitmen menciptakan umat yang moderat, toleran, serta berdaya tahan terhadap ideologi ekstrem, demi menjaga persatuan dan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.