Amerika Ancam Serang Nigeria Jika Tak Mampu Taklukkan ISIS 

Washington DC – Eskalasi perang melawan terorisme global kembali memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman serius untuk melancarkan serangan militer ke wilayah Nigeria. Langkah agresif ini diwacanakan sebagai respons atas dugaan kegagalan pemerintah setempat dalam membendung aksi brutal kelompok teroris ISIS yang terus menargetkan umat Kristen di negara tersebut.

“Jika mereka terus membunuh umat Kristen, mungkin akan ada berkali-kali serangan,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan The New York Times, seperti dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Pernyataan ini mencuat tak lama setelah Amerika Serikat meningkatkan aktivitas militernya di benua Afrika. Sebelumnya, pada 25 Desember 2025, Washington mengumumkan telah melakukan “serangan mematikan” terhadap basis pertahanan ISIS di wilayah barat laut Nigeria. Menurut Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM), operasi tersebut dilakukan atas permintaan resmi pemerintah Nigeria.

Menteri Perang AS, Pete Hegseth, turut memperkuat ancaman tersebut dengan menyatakan bahwa aksi militer tambahan akan dilakukan pada waktu yang tepat jika situasi tidak membaik.

Langkah agresif AS ini diambil di tengah laporan meningkatnya persekusi agama di Nigeria. Berdasarkan laporan tahunan World Watch List 2025 yang dirilis oleh organisasi Open Doors, Nigeria menempati urutan ketujuh sebagai negara di mana umat Kristen menghadapi penganiayaan paling ekstrem di dunia.

Ancaman serangan ke Nigeria ini juga datang setelah sebelumnya AS melakukan manuver militer kontroversial di Venezuela, yang menunjukkan pola kebijakan luar negeri yang lebih agresif di bawah pemerintahan Trump saat ini.

Pemerintah Nigeria sendiri pada Oktober lalu telah membentuk komite khusus di parlemen untuk membahas kekhawatiran dunia internasional mengenai eskalasi kekerasan terhadap umat Kristen di wilayahnya.