65 Paskibraka Lamandau Dibekali Pancasila untuk Tangkal Radikalisme di Era Digital

LAMANDAU — Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak cukup hanya memiliki kemampuan fisik dan disiplin barisan. Sebanyak 65 calon Paskibraka Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, juga dibekali pemahaman Pancasila sebagai fondasi karakter dan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan generasi muda di era digital.

Pembekalan ideologi tersebut berlangsung di Stadion Hinang Golloa, Nanga Bulik, Senin malam (10/8/2026). Sebanyak 39 putra dan 26 putri mengikuti materi bertajuk “Pancasila sebagai Fondasi Kepemimpinan Generasi Muda” yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau Dr. M. Irwansyah.

Dalam pembekalan tersebut, para calon Paskibraka diajak memahami bahwa tugas mereka tidak berhenti ketika Merah Putih dikibarkan pada upacara peringatan kemerdekaan. Mereka juga diproyeksikan menjadi generasi yang mampu menjadi teladan dan membawa nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Irwansyah mengatakan Pancasila harus ditempatkan sebagai pedoman hidup, bukan sekadar materi yang dihafalkan di ruang kelas.

“Saya menegaskan kepada seluruh calon anggota Paskibraka bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan di dalam kelas, melainkan pedoman hidup bangsa sekaligus kunci utama dalam kaderisasi kepemimpinan kalian,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi sekaligus membuka ruang bagi masuknya berbagai pengaruh yang dapat memengaruhi karakter generasi muda. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dan berpegang pada nilai kebangsaan menjadi semakin penting.

Ia juga mengaitkan nilai Pancasila dengan kearifan lokal masyarakat Lamandau yang menjunjung keharmonisan, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.

Lima Sila Jadi Panduan Sehari-hari

Pembekalan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Para calon Paskibraka diajak menerjemahkan lima sila Pancasila ke dalam perilaku sehari-hari.

Pada sila pertama, peserta didorong untuk menjalankan kehidupan beragama dengan baik sekaligus menghormati keyakinan orang lain. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun karakter yang toleran dan mencegah berkembangnya sikap eksklusif.

Sila kedua diterapkan melalui penghormatan terhadap kesetaraan dan penolakan terhadap perundungan. Sementara sila ketiga diarahkan untuk membangun rasa persatuan dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Adapun sila keempat diterjemahkan melalui kebiasaan menyelesaikan persoalan dengan dialog dan musyawarah. Sedangkan sila kelima diwujudkan melalui sikap disiplin, adil, dan menghargai hak orang lain.

Dengan pendekatan tersebut, Paskibraka diharapkan tidak hanya menjadi kelompok yang memiliki kemampuan teknis dalam menjalankan upacara, tetapi juga memiliki karakter yang kuat ketika kembali ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Paskibraka Disiapkan Jadi Agen Perubahan

Pemkab Lamandau melihat kelompok Paskibraka sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kader muda yang memiliki kesadaran kebangsaan.

Irwansyah mengatakan para peserta merupakan putra-putri pilihan yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh positif kepada lingkungan sekitarnya.

“Kalian adalah putra-putri terbaik pilihan Bumi Bahaum Bakuba yang memikul tanggung jawab besar menjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Ia meminta para calon Paskibraka tidak mudah terpengaruh provokasi maupun narasi yang dapat memecah persatuan. Sikap kritis diperlukan ketika berhadapan dengan berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Para peserta juga diharapkan mampu membawa semangat toleransi dan kedamaian setelah masa pemusatan latihan berakhir. Dengan demikian, pembinaan Paskibraka dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar persiapan menghadapi upacara kemerdekaan.

Irwansyah kemudian memberikan pesan simbolik kepada para calon Paskibraka agar menjadikan nilai kebangsaan sebagai bagian dari diri mereka. (RM)

“Kibarkan Sang Merah Putih di dadamu sebelum engkau mengibarkannya di tiang tertinggi pada hari peringatan kemerdekaan nanti,” pungkasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa makna Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera secara sempurna, tetapi juga menjaga nilai-nilai yang dilambangkan oleh Merah Putih melalui sikap, integritas, persatuan, dan kecintaan terhadap Indonesia.