131 Penghulu dan Kepala KUA Ikuti Rakor Pendampingan Sasaran Deradikalisai di Masyarakat

Jakarta – Subdit Penangkalan (Pembinaan Dalam Masyarakat) pada Direktorat Deradikalisasi di Kedeputian I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) gelombang ke II dalam rangka pendampingan sasaran deradikalisasi di masyarakat.

Acara yang merupakanb kelanjutan dari rakor sebelumnya ini melibatkan para Penghulu dan juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang mana wilayah kerjanya memiliki binaan deradikalisasi ini digelar di salah satu hotel di Jakarta pada Kamis-Sabtu (16-18/11/2017).

Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof Dr. Irfan Idris, MA dalam sambutan saat melaporkan kegiatan ini mengatakan bahwa Rakor gelombang II ini diikuti sebanyak 131 orang penghulu dan Kepala KUA tingkat kecamatan dari 26 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mana wilayahnya terdapat binaan deradikalisasi.

“Jadi yang kami undang ini di Rakor gelombang II ini adalah penghulu dan Kepala KUA yang di wilayahnya ada binaan kami. Kalau Rakor gelombang I kemarin yang kita undang adalah Kepala Kantor Kementerian Agama dan penyuluh agama dari Provinsi, Kabupaten/Kota yang lokasi wilayahya sama dengan gelombang II ini,” ujar Prof Irfan Idris.

Menurutnya tugas dari para penghulu dan Kepala KUA ini nantinya adalah untuk menjadi mata dan telinga negara untuk menjadi pendamping terhadap para warga binaan yang ada diwilayahnya. Dimana binaan yang ada di masyarakat itu terdiri dari lima komponen yakni mantan terorisme, mantan napi teroris, keluarga, jaringan dan yang terindikasi radikal.

“Inilah yang sudah kami lakukan sejak tahun 2012, tapi kami masih seperti Lone wolf, berjalan sendiri. Dengan adanya rakor ini maka kami memerlukan bapak ibu sekalian yang sudah mengenal wilayahnya masing-masing” ujarnya

Dirinya mengaku kalau dirinya baru tahu dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag, kalau tugas penghulu selama ini bukan hanya sekedar menikahkan orang, melainkan bagaimana mencerdaskan dan mencerahkan pemikiran masyarakat.

“Ini agar masyarakat itu nantinya bisa memiliki pemikiran untuk kemajuan bangsa ini menjadi besar dengan tetap membumikan Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Prof Irfan.

Lebih lanjut Direktur Deradikalisasi mengatakan bahwa Rakor ini nanti tidak hanya sebatas dengan Kemenag saja, namun melakukan Rakor dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos).
.
“Kemendagri kita libatkan karena di lokasi wilayah ada RT/RW. Kepala Desa, Lurah dan Camat yang memiliki dan mengetahui pergerakan kelompok-keloimpok yang selalu melakukan dakwah, tapi dahwahnya telah menanamkan kebencian yang menyebabkan permusuhan dengan melakuakn aksi-aksi atas nama agama,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa disenergikan secara terus menerus dikarenakan salah satu program Kepala BNPT, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH, yakni melakukan sinergi bersama 32 Kementerian/Lembaga (K/L) dalam melaksanakan program penanggulangan terorisme.