Beranda / Berita / Warga Surabaya Gelar Refleksi Satu Tahun Tragedi Bom di Kota Surabaya

Warga Surabaya Gelar Refleksi Satu Tahun Tragedi Bom di Kota Surabaya

Surabaya – Warga Kota Surabaya dari berbagai elemen mengelar refleksi satu tahun tragedi bom di Kota Surabaya, Selasa (14/5). Kegiatan refleksi dilakukan dengan melakukan doa bersama dan membacakan deklarasi melawan terorisme.

Acara yang digelar di gedung Bharadaksa tersebut diprakarsai oleh Polrestabes Surabaya. Hadir dalam acara adalah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Wali Kota Tri Rismaharini, tokoh lintas agama, dan suporter Bonek.

Sebelum membacakan deklarasi, acara diawali dengan berdoa bersama di pintu gerbang Polretabes Surabaya. Di pintu gerbang itulah bom yang dibawa pelaku teroris meledak. Bom di Polrestabes Surabaya meledak sehari setelah peristiwa meledaknya bom di 3 gereja di Surabaya.

Pada 14 Mei 2018, pintu gerbang Polrestabes Surabaya menjadi saksi bisu penyerangan pelaku teroris yang membawa dua orang anak. Bom yang diikatkan pada tubuh mereka meledak. Petugas penjagaan terpental hingga terluka.

Namun salah satu anak pelaku berhasil selamat. Kasat Narkoba Polrestabes saat itu, AKBP Ronny Faisal Saiful Faton, berhasil menyelamatkan salah satu anak teroris yang masih hidup.

Baca juga : Densus 88 Antiteror Tangkap 8 Terduga Teroris di Jawa Tengah

Saat berdoa, mereka terlihat khusyuk dan khidmat di depan gerbang tersebut. Risma mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk bersatu dan saling bergandengan tangan, untuk menyatukan perbedaan dan perdamaian.

“Mari sama-sama. Kalau terpecah belah lagi, kalau terkotak lagi maka tidak mungkin mereka menjajah kita kembali. Kita berjuang kalau tidak jaga kesatuan dan persatuan,” kata Risma dilansir dari detik.com.

Usai menggelar doa bersama, acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi melawan terorisme di Kota Surabaya. Deklarasi dipimpin Risma.

Usai pembacaan deklarasi melawan terorisme, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengajak masyarakat untuk tidak lagi takut dan cemas. Deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama untuk saling menjaga Kota Surabaya.

“Kota Surabaya tidak boleh diganggu dengan radikalisme dan terorisme. Harus kita jaga,” tegas Sandi.

“Peninggalan terdahulu harus kita jaga dan bina bersama untuk lebih baik, lebih maju dan aman dan lebih bermanfaat. Dengan komitmen bersama, dengan begitu bisa mengeliminir penyebab hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Tentang BEM

Baca Juga

Pria Toronto yang Mencoba Gabung ISIS Bebas dari Penjara

Ontario – Seorang pria asal Toronto, Kanada, Pamir Hakimzadah yang mencoba bergabung dengan ISIS telah …