Wali Kota Sadiq Khan Janji Lawan Islamofobia di London

London – Wali kota London Inggris, Sadiq Khan mengatakan, bahwa dia terkejut mendengar tentang Muslim diintimidasi dan dilecehkan di tempat kerja karena agama mereka. Walikota London berbicara pada Senin (4/7) setelah Unit Respon Islamofobia yang berbasis di London mengatakan kepada BBC bahwa sajadah Muslim telah dicuri dan telah dilecehkan di tempat kerja.

Kepolisian London menyatakan bahwa pihaknya mencatat peningkatan 12 persen dalam satu tahun terakhir pelanggaran kejahatan rasial terhadap Muslim, dari 895 pada 2020-21 menjadi 1.000 pada 2021-22.

Sementara Khan berjanji untuk bekerja dengan Polisi London melawan Islamofobia dan mengatakan kejahatan rasial tidak akan ditoleransi di ibu kota.

“Islamofobia tidak akan ditoleransi di kota kami. Saya terkejut mendengar berita hari ini tentang Muslim diintimidasi dan dilecehkan di tempat kerja karena keyakinan mereka,” kata Khan dikutip dari laman Evening Standard pada Rabu (6/7).

“Saya akan terus bekerja dengan kepolisian untuk memastikan pendekatan tanpa toleransi terhadap kejahatan rasial dan pelakunya diadili,” lanjutnya.

Di samping itu, sebuah studi oleh Savanta ComRes menemukan, 69 persen Muslim Inggris yang saat ini bekerja mengatakan mereka telah mengalami beberapa bentuk Islamofobia.

Data Kepolisian London menunjukkan kejahatan rasial Islamofobia paling banyak terjadi di wilayah Westminster, Tower Hamlets, dan Hackney. Pasukan kepolisian mengatakan semua laporan kejahatan rasial ditanggapi dengan serius.

“Kami melihat beberapa lonjakan jumlah kejahatan rasial yang dilaporkan selama tahun 2021. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peristiwa penting yang terjadi di sini, di AS (Amerika Serikat), dan di seluruh dunia. Secara nasional, terjadi peningkatan tajam menyusul pelonggaran pembatasan Covid-19 di seluruh Inggris pada musim semi dan musim panas 2021,” sebut mereka dalam sebuah pernyataan.

“Peningkatan kejahatan rasial yang tercatat selama beberapa tahun terakhir juga akan didorong oleh peningkatan dalam pencatatan kejahatan dan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang merupakan kejahatan rasial. Kami ingin para korban merasa percaya diri untuk melaporkan setiap kasus kejahatan rasial dan diskriminasi dalam bentuk apa pun, melalui banyak cara yang tersedia, termasuk pelaporan pihak ketiga,” lanjut pernyataan tersebut.