Uzbekistan Gelar Forum Dialogue of Declarations, Dorong Toleransi Antar Umat Beragama

Tashkent – Uzbekistan mengadakan Forum internasional Dialogue of Declarations untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama di Bukhara pada 19 Mei 2022 lalu. Dialogue of Declarations melibatkan perwakilan pemerintah, sipil masyarakat, pakar akademis, dan pemuka agama dari 10 negara. Delegasi Indonesia dari Institut Leimena turut menghadiri pertemuan tersebut.

Dialogue of Declarations merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah Uzbekistan dalam mempraktikkan prinsip-prinsip dalam Resolusi Khusus Majelis Umum PBB ‘Pencerahan dan Toleransi Beragama’ yang diadopsi pada 2018.

Bukhara terpilih menaungi dialog tersebut lantaran dianggap sebagai persimpangan agama, budaya, dan sistem kepercayaan selama berabad-abad. Kota kelahiran Imam Bukhari itu menghasilkan ilmuwan dan ulama terkemuka. Mereka membina budaya toleransi bagi kebebasan beragama. Pemerintah Uzbekistan berupaya melanggengkan warisan tersebut.

Hasil dari forum internasional itu lantas mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam Deklarasi Bukhara. Pesan utama dalam deklarasi itu ialah pendidikan untuk membangun toleransi.

“Ini bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kewajiban politik dan kebutuhan hukum. Toleransi adalah suatu kebajikan yang memungkinkan perdamaian dan mempromosikan penggantian budaya budaya perang damai,” tulis keterangan pers Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta, Selasa (14/6/2022)

Berbagai pihak yang terlibat dalam forum itu menyadari, mereka perlu mengembangkan pemikiran mandiri dan refleksi kritis kaum muda. Mereka lantas mendesak program multi-agama yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Para peserta forum turut menekankan pentingnya pelestarian lembaga dan tempat ibadah.

“Mereka adalah monumen bersejarah, budaya dan tradisi masyarakat dan masyarakat, karena budaya khusus dan signifikansi historis dari situs-situs tersebut diakui oleh UNESCO,” bunyi deklarasi itu.

Dialogue of Declarations juga menggarisbawahi peran diplomasi internasional. Maka dari itu, dialog tersebut menegaskan kembali komitmen pada prinsip dalam deklarasi-deklarasi sebelumnya. Deklarasi Bukhara akan melengkapi deklarasi terdahulu yang diadopsi di Marrakesh, Mekah, Jakarta, Potomac, Punta del Este.