Usai Tewaskan Petinggi ISIS Sahara, Prancis Buru Pemimpin Lain ISIS di Afrika Utara dan Barat

Jakarta – Pasukan Prancis berhasil menewaskan salah satu pemimpin ISIS cabang Sahara dan sekitarnya (ISGS), Adnan Abu Walid al-Sahrawi. Keberhasilan itu, membuat pasukan Prancis makin gencar melakukan operasi untuk memburu para pemimpin ISIS lainnya di kawasan Afrika Utara.

Dikutip dari kantor berita Reuters, pasukan Prancis menyebut perburuan perlu dilanjutkan untuk secepat mungkin mengembalikan stabilitas dan keamanan di Afrika, terutama kawasan Sahel, Afrika Barat.

ISGS, yang berbasis di Burkina Faso dan Nigeria, adalah dalang dari ratusan serangan teror terhadap warga sipil dan militer di Afrika. Serangan mereka berhasil membuat kawasan Sahel di Afrika Barat tidak terurus karena tingginya ancaman teror di sana. Hal itulah yang mendorong operasi kontra-terorisme Prancis.

“Kematian Sahrawi adalah pukulan telak untuk ISGS dan komplotannya,” ujar Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly, Kamis (16/9/2021).

Parly melanjutkan, meski Sahrawi telah meninggal, ISGS tidak bisa dianggap remeh. ISGS, kata ia, masih memiliki ratusan anggota yang mampu melakukan serangan teror sewaktu-waktu di Afrika. Adapun Nigeria ia prediksi masih akan tetap menjadi target serangan teror favorit.

“Kami belum mendapat informasi apapun soal siapa penerus Sahrawi. Namun, kami yakini tak akan mudah menemukan pimpinan yang mampu memberikan pengaruh sama besarnya dengan Sahrawi,” ujar Parly.

Kepala Agensi Intelijen Eksternal Prancis, Bernard Emie, mengatakan bahwa fokus Prancis sekarang adalah menghentikan Iyad Ag Ghaly. Ghaly, kata Emie, adalah kepala cabang Al-Qaeda di Afrika yang bertanggung jawab atas serangan teror di Pantai Gading dan Senegal.

Sama seperti Parly, Emie menyakini kematian Sahrawi hanya akan menghentikan sementara aktivitas kelompok teror di Afrika.

Sebelumnya, Prancis berhasil melacak keberadaan Sahrawi dan kemudian membunuhnya di Mali pada pertengahan Agustus lalu. Prancis menghajarnya dengan serangan drone ketika Sahrawi tengah mengendarai motor di Mali.

Bersama ISGS, Sahrawi memerintahkan berbagai serangan teror. Pada tahun 2017, misalnya, ia memerintahkan serangan teror kepada Militer Amerika. Selain itu, pada Agustus 2020, ia memerintahkan pembunuhan enam pekerja amal Prancis dan warga Nigeria yang menjadi sopir mereka.

Total, korban serangan kelompok teroris pimpinan Sahrawi diperkirakan mencapai 3000 orang di mana kebanyakan dari mereka adalah Muslim.