Beranda / Berita / Kegiatan / Upaya BNPT Hadirkan Mantan Pelaku Teror untuk Berikan Penjelasan Mengenai Modus Aksi Terorisme Mendapat Apresiasi dari Pasukan Anti Teror TNI

Upaya BNPT Hadirkan Mantan Pelaku Teror untuk Berikan Penjelasan Mengenai Modus Aksi Terorisme Mendapat Apresiasi dari Pasukan Anti Teror TNI

Jakarta – Unit Anti Teror dari gabungan pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengapresiasi langkah yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Subdit Hubungan Antar Lembaga Aparat Penegak Hukum pada Direktorat Penegakakn Hukum di Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan untuk kembali menggelar pertemuan keduanya dengam jajaran pasukan khusus TNI.

Pertemuan yang digelar di Jakarta pada Selasa, (21/5/2019) petang tersebut berbeda dengan pertemuan pertama yang membahas terkait Perkembangan Jaringan Terorisme di Tanah Air sekaligus sharimg informasi tentang eskalasi ancaman terorisme jelang dilaksanakannya pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 lalu.

Pada pertemuan kedua ini membahas mengenai bahaya penyebaran paham radikal terorisme yang dapat masuk kepada siapapun dari berbagai macam sisi serta momentum dan modus operasi yang dilakukan pelaku terorisme untuk melakukan gerakan aksinya. Testimoni tersebut disanpaikan langsung oleh mantan narapidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri, yang mana dulunya dia juga pernah menjadi anggota Polri sebelum akhirnya di pecat tidak dengan hormat karena kasus tersebut.

Baca juga : Tunggu Perpres Pelibatan TNI Disahkan, BNPT kembali Samakan Persepsi Bersama Pasukan Anti Teror TNI

Wakil Komandan Satuan Bravo 90 Korpaskhas, Letkol Pas. Yosafat Soelya mengatakan bahwa pertemuan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi jajarannya karena telah mendapatkan masukan yang sangat berharga dari Sofyan Tsauri

“Tentunya ini sangat bermanfaat sekali dan menjadi suatu bahan masukan bagi kami untuk dapat mempelajari atau menjadi referensi bagi kami untuk bisa bekerja di lapangan apabila kami nanti dilibatkan dalam dalam Satgas BNPT, Bais (Badan Intelijen Strategis TNI) maupun BIN (Badan Intelijen Negara) untuk mendeteksi atau menyelidiki tentang perkembangan jaringan teroris,” ujar Letkol Pas. Yosafat Soelya usai acara.

Pria yang pernah menjadi Komandan Batalyon Komando 464/Nanggala Paskhas berharap, dengan adanya Undang-undang Nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan terorisme, kedepannya sinergitas antara BNPT dengan pasukan anti teror TNI ini bisa terbangun dengan baik dalam hal penanggulangan terorisme.

“Kami berharap bisa semakin sinergis dengan rekan-rekan dari Satuan Gultor TNI lainnya maupun dengan rekan-rekan dari Polisi dibawah koordinasi dari BNPT untuk bisa bekerja sama secara bersama-sama untuk menanggulangi teror itu sendiri,” kata mantan Komandan Detasemen Matra II Paskhas ini

Selain itu dirinya juga berharap, meski pasukan anti teror TNI ini berasal dari sumber atau matra yang berbeda, dirinya berharap adanya satu Standar Operational Prosedure (SOP) yang standar di bawah naungan BNPT.

“Ini agar kita bisa bekerja secara bersama-sama tanpa ada berrier atau gaps diantara kita. Untuk itu kami juga berterima kasih atas undangan BNPT, karena Satuan Bravo 90 Paskhas juga sebagai salah satu satuan penanggulangan teror TNI, karena ini akan menjadi suatu bekal bagi kami untuk mengantisipasi ataupun mendeteksi aksi gerakan terorisme itu,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Pusdiklat Paskhas ini.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Operasi Detasemen Jala Mangkara (Kasi Ops Denjaka) TNI-AL
Mayor Mar. Aris Moko, yang mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat bermanfaat bagi pihaknya yang mana BNPT mampu memfasilitasi untuk memberikan pembekalan-pembekalan kepada jajarannya.

“Dari cerita-cerita dan pengalaman yang diberikan oleh Sofyan Tsauri tentunya kami akan lebih dalam dan lebih detail lagi untuk mengetahui bagaimana poin-poin atau bagaimana cara-cara para terorisme itu masuk di negara Indonesia,” ujar Mayor Mar. Aris Moko.

Sehingga nantinya dirimya juga bisa menularkan kepada jajaran yang lainnya yang ada di satuan, sehingga dalam melaksanakan pencegahan ataupun pada saat bergabung dengan BNPT jajaranya paukan Denjaka ini nantinya akan lebih yakin dan lebih tahu mengenai prosedur mengenai apa yang perlu dicegah dan apa yang perlu diantisipasi.

“Harapan kami dari Denjaka sering dilaksanakan kegiatan seperti ini kegiatan yang secara bersama antara Polri dan TNI terutama dari satuan-satuan anti teror dan tentunya dari Polri juga. Sehingga dari dua institusi ini dapat melaksanakan kegiatan bersama yang tentunya tidak terjadi dari satu arah, tetapi tapi dari dua institusi ini saling memberikan masukan-masukan yang tentunya akan memberikan hasil yang baik pada saat di lapangan nantinya.” ujarnya.

Sementara itu Mayor Inf. Daniel Cahyo Purnomo selaku Komandan Detasemen (Danden) 1, Batalyon 812, Satuan 81 Kopassus juga mengapresiasi adanya pertemnuan tersebut. Karena dengan adanya pertemnuan tersebut maka pihaknya telah banyak menerima atau mendapatkan masukan tentang perkembangan terorisme yang saat ini terjadi dan tentang situasi yang akan berkembang di Indonesia.

“Harapan kami kedepan seluruh stakeholder terkait bisa melaksanakan pekerjaan ini agar seluruhnya bisa tuntas dan dapat kita atasi semua permasalahan terutama permasalahan tentang aksi-akis terorisme baik itu tentang pencegahan maupun penindakan serta pemulihan-pemulihan dari korban-korban dari aksi terorisme itu sendiri,” ujar alumni Akmil tahun 2006 ini

Tentang Noor Irawan

Alumni fakultas Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ini lama meliput kegiatan militer di Indonesia. Saat ini juga ikut tergabung di tim PMD dalam Satgas Pencegahan BNPT

Baca Juga

BNPT: Agama Mengajarkan Kedamaian, Bukan Membenci

Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta guru agama dari tingkat PAUD hingga SMP …