Beranda / Berita / Turki Jadi Jalur Favorit Terduga Teroris Indonesia Menuju Suriah

Turki Jadi Jalur Favorit Terduga Teroris Indonesia Menuju Suriah

Jakarta – Tersangka teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot yang tertangkap di Bogor, Jawa Barat, oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diketahui pernah dideportasi dari Turki saat hendak ke Suriah.

Keinginannya untuk berangkat ke Suriah kala itu untuk menyatakan kesetiaannya pada kelompok teroris Islamic State (ISIS).

Demikian disampaikan Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat merilis penangkapan tersebut di Bogor, Sabtu (18/5) lalu.

Menanggapi penjelasan tersebut, pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar menyatakan bahwa para terduga teroris Indonesia memang memilih Turki sebagai jalur favorit untuk bisa sampai ke Suriah.

“Deportan teroris Turki dan deportan dari Suriah itu sama. Banyak dari mereka ingin ke Suriah melalui Turki,” ujar Al Chaidar sebagaimana disitat dari Kompas.com, Senin (20/5).

Baca juga : Kerusuhan di Penjara Tajikistan Tewaskan 24 Militan ISIS

Namun, lanjutnya, pergerakan teroris dari Indonesia yang hendak ke Suriah via Turki tersebut sudah terdeteksi Densus 88 sehingga bisa dikembalikan lagi ke Indonesia.

Lebih lanjut dikatakannya juga, Densus 88 harus lebih cermat mengamati pergerakan teroris baik yang tergabung dalam kelompok maupun lone wolf yang ingin ke Suriah via Turki.

“Langkah Densus 88 menangkap teroris yang hendak membuat kerusuhan di bulan Ramadhan sudah sangat tepat. Tinggal lebih ditingkatkan lagi pengawasan pergerakan jaringan mereka yang belum tertangkap,” sambungnya.

Dikatakan Chaidar lagi, kemampuan para deportan teroris asal Indonesia dalam merakit bom umumnya diperoleh dari Telegram yang disampaikan kelompok Bahrun Naim maupun dari Attamimi dan Jundul.

“Iya mereka lewat Telegram dari tiga kelompok itu,” pungkasnya.

Tentang HP HP

Baca Juga

China Klaim Capai Kesepakatan Anti Terorisme dengan PBB

Jakarta – China mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan PBB terkait kerangka anti terorisme. Kementerian Luar …