Tingginya Semangat Generasi Milenial Belajar islam Harus Diimbangi dengan Literasi yang Baik

Jakarta – Generasi muda Islam di Indonesia saat ini memiliki kesadaran belajar islam sangat tinggi. Namun semangat tinggi itu harus diimbangi dengan litersi yang baik, terutama saat belajar secara digital. Itu penting karena ruang digital (maya) banyak disesaki konten-konten yang mengatasnamakan agama untuk menyebarkan radikalisme dan terorisme.

“Kesadaran untuk belajar Islam itu kan sekarang tinggi sekali. Angkanya itu di anak muda sampai 63 persen. Tapi kan kesadaran pembelajarannya itu tidak diikuti dengan literasi yang baik. Media sosial kita juga begitu. Kita itu negara dengan literasi terendah, tapi komentar tertinggi di medsos,” ujar Pendakwah sekaligus influencer media sosial, Habib Husein Ja’far Al Hadar usai menjadi pembicara dalam diskusi publik di Pameran buku Islamic Book Fair (IBF), Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (4/8/2022) malam.

Untuk itu, Habib Ja’far mengajak semua pihak untuk meningkatkan literasi di tengah tingginya semangat anak muda untuk belajar Islam. Ia mengapresiasi Bimas Islam Kementerian Agama yang turut terlibat dalam pameran buku Islam ini.

“Kalau tidak diimbangi dengan literasi yang baik, kita hanya akan menciptakan anak-anak muda yang berislam secara tidak tepat. Pemahamannya Islam cetek, tapi semangat berislamnya tinggi,” ucap dia.

Di menambahkan, pengertian literasi itu sendiri sekarang sudah meluas, bukan hanya literasi buku melainkan juga media sosial. Karena itu, menurut dia, Bimas Islam Kementerian Agama juga penting untuk melakukan literasi digital.

“Itulah pentingnya Bimas Islam secara literasi buku maupun literasi digital. Bagaimana kemudian mengkolaborasikan itu apa yang ada di buku menjadi konten di digital dan juga dicapture dalam bentuk buku,” kata Habib Ja’far dikutip dari laman Republika.co.id.