Terduga Teroris Luwu Timur Sembunyikan Senjata Api dan Latihan Menembak Dengan M16

Terduga Teroris Luwu Timur Sembunyikan Senjata Api dan Latihan Menembak Dengan M16

Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial M alias AFB dan M alias AAM di Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel). AFB dan AAM diduga membantu menyembunyikan senjata api (senpi) di bawah kebun hingga menyiapkan penginapan bagi anggota JI dari luar Sulsel. Mereka juga sering berlatih menembak dengan senjata M16.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono membeberkan peran kedua tersangka teroris JI ini. Rusdi mengatakan AFB dan AAM sama-sama menjadi Tholiyah, yakni bertugas menyiapkan penginapan dan tempat pertemuan bagi anggota JI.

“Jadi tersangka M (alias AFB) ini menjadi bagian dari kelompok JI. Yang bersangkutan merupakan anggota Tholiyah wilayah Sulawesi. Jadi, apabila kita bicara Tholiyah, itu bertugas mempersiapkan tempat untuk pertemuan atau tempat untuk penginapan tamu anggota kelompok ini yang berasal dari luar Sulawesi,” ujar Rusdi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021).

“Kemudian yang kedua ini ada saudara tersangka atas nama MM alias AAM ini laki-laki berumur 44 tahun. Ini sama dengan tersangka yang pertama tadi, termasuk juga dengan kelompok JI dan yang bersangkutan juga menjadi anggota Tholiyah wilayah Sulawesi, yang tugasnya menyiapkan tempat pertemuan mempersiapkan tempat penginapan bagi anggota JI di luar wilayah Sulawesi,” sambungnya.

Rusdi menjelaskan peran lain dari AAM. Rusdi menyebut AAM membuat tempat penyimpanan senjata di bawah kebun miliknya pada 2006.

“Pada tahun 2006 membuat tempat penyimpanan senjata dari gorong-gorong di bawah kebun miliknya di daerah Pasi-Pasi, Kabupaten Luwu Timur, yang mana saudara Heri, ini telah tertangkap, pernah menyimpan senjata di tempat tersebut, yang telah disiapkan oleh tersangka,” papar Rusdi.

“Pada tahun 2003 dan 2006 ini yang bersangkutan mengikuti kegiatan di pulau Bulak Hulu, Teluk Bone, menggunakan senjata api jenis M16,” imbuh Rusdi.

Keduanya juga pernah menerima satu pucuk senjata api jenis Uzi buatan Upik Lawanga (sudah ditangkap di Lampung) dari Baharudin pada 2004. Ia pernah membuat gorong-gorong sebagai tempat persembunyian senjata api miliknya.

“Gorong-gorong (dibuat) di bawah kebun miliknya di daerah Pasi-Pasi, Kabupaten Luwu Timur,” ucap dia.