Beranda / Berita / Terduga Teroris Kelompok Uzla Pengikut ISIS di Kalteng, DPO Mabes Polri

Terduga Teroris Kelompok Uzla Pengikut ISIS di Kalteng, DPO Mabes Polri

Palangkaraya – Polisi Daerah (Polda) Kalteng dan Tim Densus 88 Antiteror telah menuntaskan penangkapan terhadap sejumlah warga terduga teroris yang tinggal di wilayah Kalteng. Tercatat, ada total 33 orang yang berhasil diamankan dari dua tempat yakni Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas. Mereka terdiri-dari pria dewasa, perempuan dan anak-anak.

Komplotan ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan sel jaringan Uzla yang mampu membuat bom berdaya ledak tinggi . Bahkan dua diantaranya Tommy dan Abdullah, telah ditetapkan tersangka karena merupakan DPO tim Densus 88.

Tommy dan Abdullah merupakan sisa dari kelompok Abu Hamzah, perakit puluhan bom di Gunung Salak Aceh. Mereka juga sudah berbait dengan Abu Bakar Al Baghadi yang merupakan pimpinan ISIS.

Dikutip Antaranews, Kapolda Kalteng Irjend Pol Anang Revandoko mengatakan, bahwa jumlah teroris yang diamankan tersebut sebanyak 33 orang. Mereka diamankan dari dua tempat yakni sebuah barak di Palangka Raya dan di Kabupaten Gubung Mas.

Baca juga : Dua Pelaku Perakit Bom Kartasura Berbaiat ke ISIS lewat Medsos

Menurut dia, jaringan ini tergabung dalam kelompok teroris Uzla, dari jaringan tersebut berhasil diamankan beberapa barang bukti,salah satunnya rangkaian komponen bom. Meliputi, alat rakit bom, buku ISIS, baju, parang, zat kimia dan lainnya. Selain itu dokumen rahasiaponsel ATM,laptop,tang,enam dynamo solder,buku berjudul tegar diatas tauhid,buku berjudul akhir zaman.

”Ada total 33 orang diamankan, namun dua yang merupakan DPO tim Densus 88 telah ditetapkan tersangka. Karena keduanya memang sudah pernah beraksi di lokasi lain. Sisanya masih kita dalami keterlibatannya,”ungkap Anang Revandoko kepada awak media saat konfrensi pers di Mapolda Kalteng Selasa (11/6/2019).

Tentang HP HP

Baca Juga

China Klaim Capai Kesepakatan Anti Terorisme dengan PBB

Jakarta – China mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan PBB terkait kerangka anti terorisme. Kementerian Luar …