Beranda / Berita / Terbukti Dukung ISIS, Dua Warga Chicago Divonis 20 Tahun Penjara

Terbukti Dukung ISIS, Dua Warga Chicago Divonis 20 Tahun Penjara

Chicago – Terbukti mendukung kelompok teroris Islamic State (ISIS), dua warga Chicago, Amerika Serikat (AS), divonis 20 tahun penjara dalam kasus federal pada Kamis (20/6) pekan lalu.

Laporan media lokal menyebut salah satu dari mereka didakwa karena mengatakan berharap melihat bendera ISIS berkibar di Gedung Putih.

Terpidana bernama Joseph Jones dan Edward Schimenti, yang keduanya berusia 37 tahun, dinyatakan bersalah di Pengadilan Distrik di Chicago, negara bagian Illinois, karena telah menyediakan dukungan material dan sumber daya untuk teroris ISIS.

Schimenti juga divonis bersalah setelah berbohong di hadapan para petugas Biro Penyelidikan Federal AS atau Federal Bureau of Investigation (FBI), sebagaimana dilaporkan Chicago Sun Times.

Kedua pelaku yang berasal dari Zion, sekitar 80 kilometer di sebelah utara Chicago, dituntut atas janji kesetiaan kepada ISIS dan menggunakan media sosial untuk mendukung kekerasan sebagai bentuk dukungan kepada organisasi militan tersebut, menurut laporan persidangan.

Baca juga : Australia Evakuasi Delapan Anak Dari Kamp Pengungsian ISIS di Suriah

Dalam laporan disebutkan bahwa Schimenti dan Jones juga dituntut karena membicarakan soal dukungan terhadap ISIS dengan dua agen FBI, yang menyamar dan seorang informan, serta membagikan foto diri mereka sedang menunjukkan bendera ISIS di sebuah taman.

Schimenti mengatakan kepada informan bahwa dia ingin melihat bendera ISIS berkibar di puncak Gedung Putih, berdasarkan dokumen laporan kejahatan di persidangan itu setebal 77 halaman.

Tim pengacara para terpidana berpendapat bahwa klien mereka dijebak oleh agen FBI dan yang apa mereka tulis dan bicarakan dilindungi oleh hak konstitusional menyangkut kebebasan berbicara.

“Kasus ini dibuat-buat oleh pemerintah,” tulis mereka dalam mosi persidangan pada 2018.

Para pengacara juga menulis dalam laporan persidangan bahwa seorang agen, yang menyamar, bertanya pada Schimentiapakah dia ingin “mainkan”, yang ditafsirkan sebagai ajakan untuk melakukan aksi kekerasan. Schimenti menolak, pergi dari pembicaraan itu, dan memberi tahu Jones bahwa dia tidak ingin bertemu dengan orang-orang itu lagi.

Schimenti dan Jones juga dituntut karena menyediakan telepon seluler untuk informan, dengan alasan bahwa telepon-telepon itu diyakini akan digunakan untuk meledakkan bom dalam serangan-serangan ISIS.

Sepekan sebelum mereka ditahan pada April 2017, Schimenti dan Jones mengantarkan informan ke Bandara Internasional O’Hare Chicago. Mereka percaya bahwa informan tersebut akan terbang ke Suriah untuk berjuang dengan ISIS. Demikian menurut laporan persidangan.

Tentang BEM

Baca Juga

BNPT Gelar Rakor Antar Aparat Penegak Hukum di Lampung untuk Sinergikan Penanganan Terorisme

Bandar Lampung – Ancaman terorisme masih menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. Tak …