Tembaki Sekolah Dan Tewaskan 4 Pelajar, Remaja AS Didakwa Terorisme

Washington DC -Remaja 15 tahun di Amerika Serikat (AS) Ethan Crumbley menembaki sekolah menengah Oxford High School di Michigan, Selasa (30/11/2021). Aksi sadis itu menewaskan empat orang pelajar. Crumbley ditangkap polisi tak lama setelah melakukan aksinya.

Kini, Crumbley harus menghadapi berbagai dakwaan, termasuk terorisme. Beberapa dakwaan tersebut diumumkan Jaksa Oakland County, Karen McDonald, Kamis (2/12/2021).

“Hari ini proses hukum dimulai. Ketika kami mulai mengumpulkan dan meninjau semua fakta, kami dapat menyusun garis waktu penuh peristiwa,” kata McDonald.

“Ini akan memakan waktu, tetapi para korban dan keluarga mereka dan seluruh komunitas membutuhkan dan pantas mendapatkan jawaban ini,” lanjut jaksa.

Menurut polisi, tersangka membawa senjata api yang dibeli ayahnya pada Black Friday. Meski baru berusia 15 tahun, tersangka akan diadili sebagai orang dewasa, di mana akan didakwa dengan satu tuduhan terorisme yang menyebabkan kematian, empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama, tujuh tuduhan penyerangan dengan maksud untuk membunuh, dan 12 tuduhan kepemilikan senjata api.

Sheriff Oakland County Michael Bouchard sebelumnya merilis identitas para korban, yang berusia antara 14 hingga 17 tahun.

Kematian korban keempat diumumkan hanya beberapa jam sebelum dakwaan diumumkan pada hari Rabu. Enam lainnya terluka dalam penembakan itu, yang dilakukan dengan pistol semi-otomatis yang baru dibeli minggu lalu oleh ayah tersangka.

Motif penembakan itu belum diketahui, dan Bouchard mengatakan pada hari Selasa bahwa tersangka yang masih berstatus pelajar telah menunjuk seorang pengacara dan menolak bekerja sama dengan penyelidik.

“Orang yang paling mengerti dan motifnya tidak berbicara,” kata Bouchard.

Namun, McDonald mengatakan ada cukup bukti digital untuk membuktikan penembakan itu direncanakan.

“Ada segunung bukti digital. Kaset video, media sosial, semua bukti digital mungkin,” katanya.

Jaksa juga mengatakan dakwaan sedang dipertimbangkan terhadap orang tua tersangka, meskipun dia diadili sebagai orang dewasa.