Rusia Prediksi Kebangkitan ISIS dan Khilafah 2.0

Moskow – Rusia memprediksi kebangkitan teroris kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan khilafah 2.0, serta risiko dari kelompok milisi di seluruh dunia belum hilang. Seperti dilaporkan RT, beberapa waktu lalu, Moskow menilai terorisme di wilayah yang tidak stabil di Timur Tengah dan Afghanistan masih tetap menjadi ancaman utama bagi keselamatan warga Rusia.

Berbicara kepada RIA Novosti, Wakil Menteri Luar Negeri Oleg Syromolotov mengatakan bahwa situasi untuk kontraterorisme tetap sangat tegang. aum radikal dapat memperoleh keuntungan di benua Afrika.

“Lingkungan tetap sulit di Suriah dan Irak, di mana faktor utama destabilisasi adalah penahanan zona de-eskalasi Idlib oleh kelompok-kelompok radikal dan kehadiran sel-sel ISIS dan Al-Qaeda,” ujarnya.

Syromolotov menambahkan bahwa di Afrika, terutama di zona Sahara-Sahel, Kementerian Luar Negeri Rusia pada dasarnya dapat mengamati prasyarat untuk kebangkitan kekhalifahan versi 2.0’ teroris di sana.

Syromolotov juga mengatakan bahwa Moskow memantau dengan cermat situasi di Afghanistan. Di sana, ada ancaman teroris tingkat tinggi dari simpatisan ISIS dan Al-Qaeda yang telah menetap di sana setelah jatuhnya Kabul ke tangan Taliban musim panas ini. Dia berhati-hatimenyebutkan bahwa kejatuhaan Afghanistan menimbulkan risiko bagi Rusia dan negara-negara Asia Tengah.

ISIS, Al-Qaeda, dan Taliban ditetapkan sebagai organisasi teroris dan dilarang di Rusia. Ibu kota Afghanistan, Kabul, direbut oleh kelompok pemberontak pada 15 Agustus setelah merebut sebagian besar wilayah negara itu.

Setelah pengambilalihan tersebut, Moskow memposisikan dirinya sebagai perantara perdamaian di Asia Tengah, menjadi tuan rumah delegasi perwakilan politik dari Taliban.

Menyusul penarikan tergesa-gesa pasukan Barat dari negara yang dilanda perang, Rusia meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut. Rusia juga mengadakan latihan bersama dengan bekas republik Soviet seperti Uzbekistan dan Tajikistan di sepanjang perbatasan bersama.