Remaja Harus Berpikir Terbuka Agar tak Mudah Terpapar Radikalisme

Tangerang – Paham radikalisme sangat mungkin menyasar remaja. Untuk menangkalnya remaja disarankan untuk berpikir terbuka (open minded) dan berimbang (fair minded).

“Selalulah berpikir positif dan terbuka, tidak hanya melihat sesuatu dari satu sisi saja,’’ kata Hermawan Yulianto, dosen Universitas BSI (UBSI) saat memberikan materi pada acara pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara daring, Minggu (22/05/22).

Pengabdian masyarat tersebut dilaksanakan dengan peserta dari Majelis Taklim Hidayatul Mubtadin. Majelis taklim ini beralamat di Penggilingan Utara, Kota Tangerang, Banten. Kegiatan yang biasa dilakukan majelis taklim ini adalah pelatihan ibadah, kajian Alquran, hadist, akidah dan akhlak, fiqih, dan bahasa Arab.

Acara pemberian materi pada pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 15 remaja anggota Majelis Taklim Hidayatul Mubtadin. Selain itu dihadiri pula oleh mahasiswa UBSI, dan dosen BSI.

Menurut Hermawan, perlu ada pendampingan atau komunikasi dari keluarga, guru, kerabat, saudara dalam rangka open minded dan fair minded. Ini mengingat remaja biasanya secara emosi masih labil.

Hermawan juga menyarankan agar remaja selalu kritis terhadap informasi yang sampai pada mereka. Mereka juga perlu berdiskusi dengan guru atau orang tua jika ada ajakan radikalisme.

“Remaja harus bersosialisasi, jangan mengisolasi diri, dan tergantung pada gadget,” pesan Hermawan.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Anisti mengatakan, kegiatan PM tersebut merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Dia berharap peserta bisa menyerap ilmu dan pengalaman dari paparan yang disampaikan dosen UBSI.

“Kita juga berharap kegiatan ini tidak berhenti disini. Kita usahakan kegiatan ini bisa berkesinambungan,” katanya.

Ketua Majelis Taklim Hidayatul Mubtadi Ustazah Kurniasih menyambut baik kegiatan tersebut. Dia mengucapkan terima kasih atas kegiatan PM yang dilaksanakan oleh dosen-dosen UBSI.

“Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat untuk anak-anak,” harapnya.

Acara pemaparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan upaya menangkal radikalisme.