Ratusan Orang Tewas, ISIS Rebut Penjara Gweiran di Suriah

Hasakah – Pertempuran sengit terjadi di kota Hasekeh, Suriah bagian utara, antara pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat dengan kelompok teroris ISIS. Sejak hari Kamis (20/1/2022), militan ISIS menyerang Penjara Gweiran, Hasakah, untuk membebaskan rekan-rekannya. Setelah bertempur lima hari dan ratusan korban tewas dari kedua belah pihak, ISIS berhasil menduduki penjara itu.

Serangan itu adalah operasi militer terbesar Islamic State (ISIS) sejak jatuhnya kekhalifahan pada 2019 silam. Saat ini pasukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengklaim sudah berhasil mengepung para penyerang. Hingga Senin (24/1/2022), antara 150 hingga 200 militan ISIS dilaporkan masih bercokol di salah satu sayap lapas.

Gweiran yang menampung 3.500 tersangka gerilayawan atau simpatisan ISIS, termasuk 600 anak-anak, merupakan penjara teroris terbesar di Suriah saat ini.

Juru bicara SDF, Farhad Shami, mengatakan ISIS menggunakan ratusan anak-anak itu sebagai tameng hidup ketika membentengi diri di dalam penjara. Sebabnya serangan secara langsung tidak dimungkinkan.

Hal ini ditanggapi Badan PBB untuk Anak-anak, UNICEF, dengan menuntut pembebasan sandera di bawah umur, sembari memperingatkan gelombang kekerasan bisa menyebar ke lapas lain yang menampung tersangka gerilayawan atau keluarga Islamic State.

“Meskipun sudah takluk secara militer, Daesh (Islamic State) masih merupakan ancaman eksistensial terhadap kawasan ini,” kata Mayor Jendral John Brennan, seorang perwira militer AS yang menggalang operasi militer gabungan melawan ISIS.

“Karena kapabilitasnya yang hancur, masa depan Daesh bergantung pada kemampuan mereka merekrut atau mengumpulkan pejuang baru lewat upaya-upaya yang menyedihkan,” seperti serangan terhadap penjara,” imbuhnya.

AS mengklaim militan ISIS mengosongkan gudang senjata dan berusaha merusak fasilitas baru yang sedang dibangun di samping kompleks penjara Gweiran. Siamand Ali, juru bicara lain SDF, mengatakan IS berusaha melancarkan dua serangan terhadap penjara al-Sinaa pada Minggu (23/1/2022). Keduanya berhasil digagalkan.

Sejak Senin, pemerintah Kurdi menetapkan jam malam untuk sepanjang pekan demi mencegah IS mengirimkan bala bantuan bagi mereka di dalam penjara. Kemarin, sebuah helikopter militer dikabarkan terbang mengelilingi kota untuk menyebar pamflet yang meminta warga melaporkan pribadi mencurigakan. Ratusan warga sipil mulai mengungsi keluar dari kota, lapor AP.

ISIS merayakan serangan di Hasakah sebagai kesuksesan. Melalui kantor berita Amaq, kelompok tersebut mengklaim operasi diawali oleh serangan bunuh diri oleh dua gerilyawan asing dengan menggunakan dua truk berisi bom yang meledak di dekat gerbang utama penjara.

Dua unit tempur melanjutkan serangan dengan menyerbu lapas dan sebuah pos serdadu kurdi, serta memotong jalur bantuan bagi serdadu SDF. Sementara di dalam, narapidana IS menggalang kerusuhan dan menyandera petugas penjara. Setidaknya sebanyak 800 militan telah dibebaskan, klaim ISIS.