Beranda / Berita / Rakor Apgakkum di Provinsi Lampung Punya Manfaat Besar untuk Menangani Masalah Terorisme

Rakor Apgakkum di Provinsi Lampung Punya Manfaat Besar untuk Menangani Masalah Terorisme

Bandar Lampung – Rapat Koordinasi (Rakor) Antar Aparat Penegak Hukum dalam Penanganan Tindak Pidana Terorisme di Provinsi Lampung yang diadakan Subdit Hubungan Antar Lembaga Aparat Penegak Hukum pada Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) di Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT di Novotel Hotel & Resor, Bandar Lampung, Kamis (18/7/2019) memiliki manfaat besar bagi para aparat penegak hukum yang menangani kasus terorisme di wilayah Lampung.

“Tentunya kami dari Kejati (Kejaksaan Tinggi) Lampung sangat bersyukur sekali dengan adanya
Rakor dan sosialisasi yang digelar BNPT ini. Karena dengan adanya Rakor ini dapat membuka wawasan dan mendapat banyak pelajaran baik dari BNPT, Kejaksaan Agung termasuk juga dari mantan napi terorisme. Karena dengan cara ini kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” ujar Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Lampung, Yulefdi, SH, usai Rakor tersebut.

Dengan adanya pembekalan yangdiberikan dalam Rakor tersebut dirimya juga mearasa siap jika kedepannya nanti pihaknya dipercaya untuk menangani kasus terorisme yang ada di wilayah provinsi Lampung.

“Kami akan tetap konsisten dalam penegakkan hukum terutama dalam pemberantasan terorisme ini, karena sebelumnya kami juga sudah sekali menangani masalah terorisme ini di lampung meskipun di sini sarana dan prasarana masih sangat terbatas termasuk Lapas yang juga over kapasitas,” ujar Yulefdi.

Sementara itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Perempuan Klas II A Bandar Lampung, Setyo Pratiwi, Bc. IP, SH, mengaku telah mendaptkan informasi yang baik dan terbaru dari narasumber yang hadir dalam memberikan informasi terkait masalah terorisme ini.

“Karena hal ini akan memudahkan saya di dalam penanganan terhadap terpidana terorisme. Meski di Lapas yang saya pimpin sekarang tidak ada napi teroris, tetapi sebelumnya saat saya menjadi Kasi (Kepala Seksi) di Lapas Serang pernah menangani lima narapidana kasus terorisme,” ujarnya

Karena dalam pengamatannya saat masih membina napi terorisme, ternyata napi tersebut juga mengamati aktivitas petugas Lapas. Dan dirinya pun juga berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengarahkan para napi terorisme tersebut untuk bisa memahami agama secara benar.

“Saat itu saya juga berusaha untukmengarahkan parra napi itu untuk ikut sholat berjamaah di masjid dan mengikuti lomba-lomba keagamaan. Kalau kita sebagai petugas punya komitmen ternyata mereka juga mau diarahkan itu pengalaman saya ketika menangani para teroris itu,” ujarnya

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandar Lampung, Suhendar Zuber juga mengaku kalau Rakor Apgakkum yang digelar BNPT ini memiliki manfaat yang besar bagi pihaknya. Karena dengan mengikuti rakor tersebut maka pihaknya mendapatkan satu persepsi yang sama dalam upaya penanggulangan terosme yang ada di daerah dan pencegahan paham radikal terorisme agar tidak tumbuh di masyarakat.

“Manfaat secara riil yang bisa kami rasakan adalah meminimalisir tumbuhnya benih-benih terorisme di daerah. Kam iselama ini sudah melakukan koordinasi dengan Kodim, Polres termasuk juga dengan BIN daerah. Dengan adanya koordinasi ini tentu akan lebih memantapkan lagi persepsi kami langkah-langkah konkret di lapangan nantinya,” ucap Suhendar Zuber

Dijelaskanya selama ini pihaknya juga sudah melakukan upaya-upaya pencegahan paham radikalisme di tingkat masyarakat. Dimana setiap tahun pihaknya telah bekerjasama dengan Kejaksaan Negari (Kejari) Bandar Lampung untuk mengadakan kegiatan tersebut.

“Untuk menjalankan kegiatan itu di kami ada anggarannya. Sasaran kami dari pemuda, juga dari ormas-ormas. Sehingga dengan berprinsip pencegahan lebih baik daripada harus melakukan pemberantasan Kenapa harus diberantas kalau bisa kita cegah, kan begitu,” ucapnya mengakhiri.

Seperti Rakor yang dibuka Direktur Gakkum BNPT, Brigjen Pol Eddy hartono, S.Ik, MH, ini turut dihadiri berbagai narasumber yakni Analis Kebijakan bidang Intelijen Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Teror Polri Brigjen Pol. Ibnu Suhaendra, Direktur Tindak Pidana Terorisme dan Kejahatan Lintas Negara Kejaksaan Agung RI Sugeng Pudjianto, S.H., M.H, Direktur Pembinaan Narapidana Permasyarakatan dan Latihan Kerja Produksi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dir Ditjen PAS), Junaedi, Bc.IP, SH, MH dan mantan pelaku terorisme Sofyan Tsauri.

Rakor ini dihadiri dari unsur TNI yang terdiri dari Komandan Wilayah, Komandan Satuan baik dari TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU yang berada di wilayah provinsi Lampung. Rakor ini juga dihadiri para Kapolres, jajaran staf Polda Lampung, Kepala Kejaksaan Negeri, Hakim Pengadilan Negeri dan Kepala Lapas bersama jajarannya yang ada di wilayah Lampung. Tak hanya itu jajaran Kepala Kesbangpol yang ada di Kabupaten/Kota yang berada di provinsi Lampung juga turut hadir dalam rakor tersebut

Tentang Noor Irawan

Alumni fakultas Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ini lama meliput kegiatan militer di Indonesia. Saat ini juga ikut tergabung di tim PMD dalam Satgas Pencegahan BNPT

Baca Juga

Pria Toronto yang Mencoba Gabung ISIS Bebas dari Penjara

Ontario – Seorang pria asal Toronto, Kanada, Pamir Hakimzadah yang mencoba bergabung dengan ISIS telah …