Polres Malang Bina Takmir Masjid aAgar Berperan Aktif Cegah Penyebaran Radikalisme dan Terorisme

Malang – Polres Malang melakukan pembinaan kepada perwakilan takmir masjid yang berada di wilayah Kabupaten Malang di Gedung Sanika Satyawada Mapolres Malang, Senin (13/9/2021). Para takmir masjid diberikan pemahaman agar bisa berperan aktif mencegah penyebaran radikalisme dan anti-Pancasila.

Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Jawa Timur, AKBP Sujiono, mengatakan radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total. Radikalisme ia uraikan bersifat revolusioner dengan menjungkir balikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi ekstrem.

“Beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” kata Sujiono.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mencegah bersama penyebaran radikalisme yang menyasar di wilayah Polda Jatim khususnya wilayah hukum Polres Malang.

“Mari cegah bersama penyebaran radikalisme yang menyasar pada Masjid di wilayah hukum Polres Malang, terutama menyasar pada kalangan generasi-generasi penerus bangsa ini,” jelas Sujiono.

Menurut dia masjid berpotensi digunakan untuk menyebar paham radikal dan menjadi tempat rekrutmen jaringan teroris. Perkembangan radikalisme mulai dari proses pra radikalisasi, identifikasi diri, indoktrinasi, dan jihadisasi menjelaskan ciri-ciri seseorang terjangkit radikalisme antara lain mulai memisahkan diri, intoleran, eksklusif, dan mudah mengkafirkan orang lain.

“Jika sudah menguasai Masjid, mereka akan menyebarkan ideologi radikal. Takmir masjid harus mengetahui ada serangan paham radikalisme.” ungkapnya.

Sujiono menambahkan paparan dan juga motivasi, pencerahan wawasan kebangsaan untuk memotivasi dan mengantisipasi berbagai dinamika masyarakat serta deteksi dini radikalisme dan terorisme.

“Memotivasi dan antisipasi berbagai dinamika radikalisme serta terorisme perlu diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.