Polisi Finlandia Tangkap Lima Orang Terduga Akan Lakukan Aksi Terorisme

Jakarta – Kepolisian Finlandia pada Kamis (2/12/2021) telah menangkap lima orang yang diduga hendak melakukan aksi terorisme. Pasalnya, beberapa orang itu disebut termasuk dalam anggota kelompok ekstremis sayap kanan.

Pada Maret lalu, Badan Intelijen Finlandia (SUPO) sudah memberikan peringatan akan meningkatnya gerak-gerik terorisme dari kelompok beraliran Islam fundamentalis dan ekstremis sayap kanan di negara Skandinavia itu.

Penangkapan lima orang terduga kelompok ekstremis sayap kanan ini dilakukan di Kankaanpää, yang terletak di sebelah barat daya Finlandia. Kelima pemuda itu diketahui sedang merencanakan aksi terorisme dengan menggunakan bahan peledak.

Menurut keterangan dari Kepolisian Kankaanpää mengatakan, kasus ini termasuk pengecualian dan terbilang langka di Finlandia. Namun, pihak kepolisian juga tidak mengungkapkan siapa kelompok atau individu yang menjadi target aksi terorisme.

Kendati demikian, kasus ini tidak akan mengubah tingkat bahaya terorisme di Finlandia yang sekarang masuk level dua dari empat. Bahkan, menurut Analis Senior SUPO, Eero Pietilla mengungkapkan ancaman terorisme akan tetap pada level yang sama hingga dua tahun ke depan, dilansir dari Bloomberg.

Dilaporkan dari DW, para pelaku diketahui merupakan laki-laki muda yang tinggal di Kankaanpää, Satakunta yang berjarak 270 km dari ibu kota Helsinki. Para pelaku diketahui lahir antara tahun 1995 hingga 1998 dan telah berada dalam pengawasan polisi selama dua tahun.

YLE melaporkan, semua pelaku yang tergabung dalam kelompok ekstremis itu tergolong tidak berbahaya dan masih berusia di bawah 30 tahun. Namun, kelimanya telah mengikuti paham ideologi sayap kanan yang terpengaruh ide akselerasionis.

Ideologi itu diketahui termasuk salah satu paham supremasi ras kulit putih yang berusaha membentuk perbedaan dan tingkatan rasial dalam masyarakat. Pasalnya, paham akselerasionis sudah menyebar lewat internet dan telah mengakibatkan pembunuhan massal dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, polisi juga sudah menyita sejumlah senjata, amunisi beserta perlengkapan yang digunakan untuk membuat bahan peledak. Sedangkan penangkapan ini atas keberhasilan operasi gabungan antaran Kepolisian Helsinki dan Biro Nasional Investigasi (KRP).

Kelima pelaku sudah didakwa dengan tuduhan intensi aksi terorisme dan tengah merencanakan aksi terorisme dalam pasal 6 dalam UU Finlandia. Mereka juga sedang diinvestigasi atas dugaan kasus kriminal lainnya, seperti penggunaan senjata api dan pencurian.

Berdasarkan data dari kepolisian, salah seorang terduga pelaku sudah pernah dihukum atas kasus perampokan. Sementara itu, dua orang lainnya pernah mendapat hukuman atas kasus serangan, dilaporkan dari YLE.

Di satu sisi, kepolisian mengatakan investigasi kepada para terduga pelaku akan berlangsung hingga beberapa bulan lamanya. Maka, pihak kejaksaan akan memberikan waktu hingga 31 Maret untuk menetapkan tuntutan kepada terduga teroris.

Sementara itu, pengadilan terkait terorisme pertama di Finlandia dilangsungkan di tahun 2018 lalu yang menjerat Abderrahman Bouanane. Pasalnya, pencari suaka asal Maroko yang ditolak itu telah menikam 10 orang dan membunuh dua orang di Kota Turku tahun 2017 lalu, dikutip dari France24.