Beranda / Berita / Kegiatan / Perempuan Silahkan Berkarir, tapi Jangan Lupakan Kodrat

Perempuan Silahkan Berkarir, tapi Jangan Lupakan Kodrat

Denpasar – Istri gubernur Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini Koster, hadir di kegiatan Dialog Perempuan Agen Perdamaian yang dilaksanakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bali. Dia mengingatkan pentingnya perempuan terhadap kodratnya sebagai seorang ibu di tengah pilihan karir yang dijalaninya.

“Apapun profesinya, perempuan silahkan berkarir. Tapi ketika sudah kembali ke rumah harus menjadi ibu rumah tangga, jangan sampai kebabalasan,” tekan Putri.

Putri menyampaikan itu sebagai pesan kepada sejumlah kelompok perempuan dan anggota PKK se-Kota Denpasar yang menjadi peserta kegiatan, terkait peran penting yang dimilikinya dalam membantu pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme. “Terorisme adalah the hiden crime, kejahatan terselubung. Kita harus mau terlibat untuk mencegahnya,” tegasnya.

Dalam konteks Bali yang memiliki catatan sejarah terkait terorisme, Putri mengajak setiap kelompok perempuan berperan aktif melakukan pencegahan sedini mungkin. Dimulai dari skala keluarga mislanya, dia menekankan pentingnya penanaman pendidikan yang benar dan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak.

“Yuk, kita lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk kedamaian negara kita. Kuncinya di ibu-ibu, jangan buka gerbang kelemahan kita,” ajak Putri.

Sebagai benteng terhadap masing-masing perempuan, wanita yang menjabat Ketua Penggerak PKK Provinsi Bali tersebut juga mengajak untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kapasitas serta pengetahuan. Dia memberikan contoh aktifitas belajar kesenian sebagai hal yang dapat menghindarkan perempuan dari paham radikal terorisme.

“Rajin-rajin membaca puisi bisa menjadi cara agar kita tidak termakan hoaks, kita tidak tertipu bujuk rayu terorisme. Ingat, perempuan yang terdoktrin (terorisme) bisa lebih berbahaya dari laki-laki,” pungkas Putri.

Ketua FKPT Bali, Putu Jaya Suartama, di kesempatan yang sama juga mengungkap adanya peran strategis yang dimiliki perempuan untuk membantu pencegahan terorisme. Sebagai analogi dia menggambarkan permulaan dari segala hal di dunia ini dimulai dari sosok perempuan.

“Saya lahir dari seorang ibu, bukan dari bapak. Karenanya, ibu memiliki peran sentral untuk mengawali pencegahan radikalisme dan terorisme, yaitu dari lingkungan keluarga masing-masing,” kata Suartama. [shk/shk]

Tentang PMD

Admin situs ini adalah para reporter internal yang tergabung di dalam Pusat Media Damai BNPT (PMD). Seluruh artikel yang terdapat di situs ini dikelola dan dikembangkan oleh PMD.

Baca Juga

Muhammadiyah Siap Bantu BNPT Lindungi NKRI dari Radikalisme dan Ekstremisme

Solo – Muhammadiyah siap membantu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memerangi penyebaran radikalisme dan ekstremisme. …