Pengamat: Perubahan Strategi Seperti Khilafatul Muslimin Sangat Berbahaya

Jakarta – Pengamat Terorisme, Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta, mengatakan perubahan strategi yang dilakukan Khilafatul Muslimin melalui acara keagaman, penggalangan dana dan bahkan konvoi, membuat ajaran kelompok itu lebih mudah menggaet simpatisan, bahkan ke seluruh sendi masyarakat.

Stanislaus Riyanta menilai strategi ini justru menyimpan ancaman yang sangat berbahaya. Apa yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin, menurutnya, adalah gambaran perubahan strategi yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai “kelompok radikal teror”, yang telah meninggalkan cara kekerasan dan beralih ke cara non-kekerasan.

“Jadi, perubahan strategi ini akhirnya sangat berbahaya, karena bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung. Kalau mereka bisa eksis di pemerintahan dan bisa mengambil keputusan, propaganda-propaganda mereka bisa menciptakan aksi-aksi teror pelaku tunggal,” Kata Stanislaus dikutip BBC News, Sabtu (11/6/2022).

Perubahan strategi ini, kata Stanislaus, sudah dilakukan kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI), terbukti dalam penangkapan-penangkapan tersangka teroris belakangan yang antara lain aktivis partai politik dan karyawan BUMN.

“Mungkin dia hanya survive, bersembunyi dulu. Lalu ketika mereka sudah berada di banyak tempat dan besar, mereka menemukan momentum, itu yang berbahaya. Ketika mereka bisa masuk ke seluruh sendi-sendi masyarakat itu yang sangat berbahaya,” tegasnya.