Beranda / Berita / Pengamat: Pemerintah Harus Mewaspadai Jaringan Terorisme Berkedok Bisnis

Pengamat: Pemerintah Harus Mewaspadai Jaringan Terorisme Berkedok Bisnis

Jakarta – Pengamat Terorisme Al Chaidar menyebut jaringan terorisme masa kini berkembang dengan beragam cara. Satu di antaranya berkedok jaringan bisnis.

“Kalau menurut ahli terorisme Bruce Hoffman ini (modus bisnis) namanya intellectual violence. Ini sangat brutal dan harus diwaspadai pemerintah,” ujarnya di Jakarta, dikutip Medcom.id, Jumat (12/7).

Jaringan teroris ternyata juga menyusup lewat sektor pariwisata dan politik. Tindakan-tindakan teroris yang masuk ke ranah sosial menurutnya akan jauh lebih sulit dideteksi.

Baca juga : Polri: Terduga Teroris di Magetan adalah Bendahara JI

“Jadi memang harus sangat diwaspadai karena berkembangnya melalui kelompok seperti ini,” lanjut dia.

Chaidar mengatakan cara-cara seperti itu merupakan modus baru. Gaya tersebut berkembang setelah Para Wijayanto mengambil alih kepemimpinan Jamaah Islamiyyah (JI) dari Abu Bakar Ba’asyir pada 2007.

“2007 boleh dikatakan Para Wijayanto dan jemaahnya memiliki pengajian yang tak biasa, layaknya korporasi dan memiliki aset yang banyak,” ujar dia.

Tak main-main, kata Chaidar, aset-aset yang dikumpulkan dicuci untuk kemudian digunakan dalam bentuk bisnis. Hingga kini, bisnis tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan jaringan kelompok radikal.

“Sampai sekarang mereka bergerak pelan dan hasil bisnis itu mereka manfaatkan untuk operasi jihad,” pungkas dia

Tentang HP HP

Baca Juga

BNPT Gelar Rakor Antar Aparat Penegak Hukum di Lampung untuk Sinergikan Penanganan Terorisme

Bandar Lampung – Ancaman terorisme masih menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. Tak …