Pemuda Harus Sebarkan Narasi Keindonesiaan, Toleransi, dan Harmoni Kebhinnekaan

Medan – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara (Sumut) menghelat Kegiatan Pelibatan Pemuda dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan dengan Tema “Ekspresi Indonesia Muda” pada Selasa (22/3/2022) di Hotel Radisson, Medan.

Kegiatan ini adalah upaya melibatkan generasi muda di Kota Medan agar tidak mudah terpapar paham-paham radikalisme dan terorisme. Peserta kegiatan ini adalah Siswa SMA/Sederajat se Kota Medan, Mahasiswa, Aktifis Organisasi Kepemudaan, Komunitas Pemuda Sumatera Utara, Guru dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Turut juga hadir Kolonel Tri Joko (As Intel Kodam Bukit Barisan), AKBP Johnson Hasibuan (Wadir Intel Polda Sumut), M. David Saragih  (Kakanwil Kemenag) juga perwakilan dari Kaban Kesbangpol Sumut.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. mengatakan, kegiatan ini sangat penting dalam upaya penanggulangan terorisme.

“Pemuda harus ambil bagian dalam melakukan pencegahan paham radikal terorisme. Salah satunya memproduksi konten-konten kreatif dengan mengedepankan narasi-narasi keindonesian, kebangsaan dan toleransi.  serta menjunjung tinggi  harmoni Kebhinekaan sebagai bentuk keluarbiasaan Indonesia di mata dunia,” papar Nisan.

Ia menambahkan bahwa Sumatera Utara tidak terlepas dari ancaman terorisme. Nisan berharap kepada seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dan memanfaatkan bonus demografi  di lingkungan masing-masing baik di keluarga, sekolah, kampus, organisasi , dan lingkungan masyarakat.

Mayjen TNI Nisan Setiadi bersama anggota duta damai dunia maya Sumut

Ketua FKPT Sumatera Utara Drs. Ishaq Ibrahim, M.A. menambahkan bahwa kegiatan ini adalah titik awal pelibatan anak muda untuk berperan aktif dalam melawan radikalisme dan terorisme, khususnya di Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara.

“FKPT sebelumnya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, misalnya dengan sosialisasi di bidang pendidikan, mulai dari sekolah-sekolah hingga Universitas, workshop dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ishaq menyampaikan bahwa FKPT selalu siap untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah Sumatera Utara.

“Berdasarkan data yang kita baca, 85% kaum Milenial sangat rentan terpapar faham radikalisme dan terorisme, dan 47,3% pelaku tindak terorisme berasal dari kalangan muda. Kaum muda adalah kelompok yang sangat rentan terpapar paham-paham ini, karena banyak dan selalu berselancar di dunia maya. Mengingat saat ini, kelompok radikal dan terorisme menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan narasi-narasi radikalisme dan terorisme,” tambahnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar (dialog) dan workshop. BNPT  dan FKPT Sumatera Utara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan imun peserta dan mampu melakukan kontra narasi radikalisme dan terorisme.