Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri Tewas Dihantam Drone CIA di Kabul

Kabul – Amerika Serikat (AS) mengklaim telah membunuh pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, dalam operasi kontra-terorisme di Afghanistan. Dikutip dari BBC, Selasa (2/8/2022), Ayman al-Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) yang dilakukan oleh CIA di ibu kota Afghanistan, Kabul, Minggu (3/7/2022).

Tidak ada konfirmasi independen tentang hal ini saat ini. Namun, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden akan memberikan rincian operasi di Afghanistan dalam beberapa jam ke depan.

CBS News mengatakan tiga sumber telah mengkonfirmasi pembunuhan itu. The New York Times, Washington Post dan CNN juga mengutip sumber tak dikenal yang mengidentifikasi korban.

Zawahiri mengambil alih Al Qaeda setelah kematian Osama bin Laden pada tahun 2011. Dia dan Bin Laden mendalangi serangan 9/11 di Amerika Serikat bersama-sama dan dia adalah salah satu “teroris paling dicari” di AS.

Seorang pejabat senior AS sebelumnya mengkonfirmasi telah terjadi operasi berhasil terhadap target signifikan Al Qaeda di Afghanistan.

Operasi itu berlangsung selama akhir pekan dan tidak ada korban sipil, tambah pejabat itu. Pada saat yang sama, seorang juru bicara Taliban melaporkan bahwa serangan pesawat tak berawak AS telah terjadi pada hari Minggu di daerah perumahan Kabul.

Dia menggambarkannya sebagai pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip internasional. “Tindakan seperti itu merupakan pengulangan dari pengalaman gagal selama 20 tahun terakhir dan bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat, Afghanistan, dan kawasan,” tambah juru bicara itu.

Ayman al-Zawahiri adalah teroris paling dicari di Amerika. Penangkapannya bahkan memicu sayembara berhadiah $25 juta USD atau sekitar Rp 371 miliar. Ia masuk daftar perburuan AS sejak serangan Menara Kembar 9/11 pada 11 September 2011, yang juga didalangi Osama Bin Laden.

Mengutip guinnessworldrecords.com dari Biro Investigasi Federal AS, pada 16 Maret 2012 Zawahiri menjadi orang yang paling dicari di dunia. Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri itu disebutkan masuk daftar Rewards for Justice Program dengan imbalan USD $25 juta terkait penangkapan atau hukumannya.

Meskipun FBI tidak memberikan peringkat yang paling dicari, saat itu tidak ada orang lain yang memiliki imbalan lebih besar yang melekat pada nama mereka. Sebelumnya, pemimpin kelompok Al Qaeda di Asia Selatan dilaporkan tewas pada operasi militer gabungan antara AS dan Afghanistan.