Pelestarian Adat Budaya Cara Efektif Cegah Terorisme

Jakarta – Pelestarian adat budaya menjadi cara efektif untuk mencegah terorisme. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun getol menjalin kerja sama dengan segenap pihak untuk bahu membahu melestarikan adat budaya Nusantara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH menegaskan pelestarian dan penguatan nilai adat budaya secara otomatis akan mempersempit ruang gerak ideologi radikal terorisme.

“Kami meyakini nilai adat budaya nusantara yang dilestarikan adalah cara efektif untuk menepis dan mempersempit ideologi terorisme,” kata Boy Rafli saat bertemu dengan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), Jumat (26/8/2022).

Kepala BNPT mengungkapkan beragamnya adat budaya melambangkan kemajemukan Indonesia atau Bhineka Tunggal Ika. Beragamnya adat budaya bagaikan kekayaan aneka warna yang menciptakan paduan keselarasan yang indah.

Sementara ideologi teroris yang memaksakan satu warna bertujuan memusnahkan adat budaya Nusantara yang beraneka warna.

“Ideologi radikalisme terorisme adalah nilai yang menghancurkan peradaban dan budaya. Ideologi terorisme ingin membuat budaya baru yang sarat dengan kekerasan,” ungkap Boy Rafli.

Untuk itu, lanjutnya, BNPT akan menggandeng pihak-pihak pelestari adat budaya seperti MAKN. Tujuannya untuk bersama-sama menguatkan nilai adat dan budaya di tengah masyarakat.

Sementara itu Ketum MAKN, KPH Eddy Wirabumi, SH, MH menyatakan MAKN dan BNPT satu visi dalam memandang pentingnya pelestarian nilai adat budaya. Dengan adat budaya yang terpelihara, bangsa Indonesia akan memiliki jati diri sehingga tak mudah goyah oleh pengaruh budaya luar termasuk ideologi radikal terorisme. “MAKN dan BNPT satu visi dan gagasan dalam mencegah radikal terorisme. Adat dan tradisi budaya ini bisa berkembang dan dengan sendirinya akan menangkal intoleransi,” jelas KPH Eddy Wirabumi. (TA)