Beranda / Berita / Pascaserangan Bom di Giza, Tentara Mesir Gerebek 2 Markas Kelompok Teroris

Pascaserangan Bom di Giza, Tentara Mesir Gerebek 2 Markas Kelompok Teroris

Giza – Tentara Mesir menggelar operasi penggerebekan ke dua markas kelompok teroris, Senin (20/5), sehari pascaserangan bom yang menyasar bus wisatawan di Giza.

Penggerebekan dilakukan terhadap sebuah apartemen di distrik 6 Oktober yang diyakini sebagai lokasi pembuatan alat peledak.

“Pasukan kami mendapat tembakan dari dalam apartemen dan membalasnya. Tujuh orang tewas yang diduga merupakan anggota kelompok terusebut yang memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Penggerebekan lainnya dilakukan di Al-Shorouk, Kairo, yang diyakini sebagai markas dari kelompok militan Hasm, afiliasi bersenjata Ikhawnul Muslimin.

Dalam penggerebekan di lokasi kedua, sebanyak lima orang anggota kelompok militan dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan petugas keamanan. Senjata dan amunisi telah berhasil disita di dua lokasi penggerebekan, demikian menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir dalam pernyataannya.

“Sebagai bagian dari upaya kementerian untuk menangani organisasi teroris Ikhwanul Muslimin, dinas keamanan nasional mendapat sebuah informasi bahwa kelompok Hasm sedang merencanakan untuk melancarkan serangan,” kata kementerian, dikutip AFP.

Pernyataan tersebut tidak secara langsung menghubungkan operasi penggerebekan itu dengan serangan hari Minggu di mana sebuah bom pinggir jalan menghantam bus wisata di dekat piramida Giza.

Tidak ada korban jiwa dalam ledakan pada hari Minggu dan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Sebuah pernyataan dari pemerintah Afrika Selatan, menyebut ledakan bom di dekat objek wisata piramida terkenal di Mesir telah melukai tiga dari 28 warga negaranya yang menjadi bagian dari rombongan wisatawan.

Sementara sumber keamanan menyebut para korban mengalami luka kebanyakan dikarenakan akibat terkena pecahan kaca. Insiden ledakan bom juga pernah terjadi di dekat piramida Giza, di luar Kairo, pada Desember tahun lalu.

Dalam serangan itu, tiga wisatawan Vietnam dan seorang pemandu wisata asal Mesir tewas terbunuh saat bom pinggir jalan menghantam bus yang mereka tumpangi.

Pemerintah Mesir telah memerintahkan untuk dilakukan tindakan keras terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin, setelah militer menggulingkan presiden Mohamed Morsi pada 2013.

Tentang BEM

Baca Juga

China Klaim Capai Kesepakatan Anti Terorisme dengan PBB

Jakarta – China mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan PBB terkait kerangka anti terorisme. Kementerian Luar …