Pangdam Jaya: Bahaya Radikalisme Jadi Ancaman Serius Persatuan Bangsa

Jakarta – Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Untung Budiharto menyerukan perang pada kelompok radikal yang mengancam ideologi Pancasila dan keutuhan Indonesia.

Seruan itu disampaikan Untung dalam acara ngopi bareng bersama keluarga besar TNI di Aula Sudirman Markas Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (25/5)

“Radikalisme merupakan ancaman serius terhadap ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI. Penganut radikalisme cenderung memaksakan pemahaman dan pemikirannya. Ini adalah salah dan wajib untuk diperangi,” kata Untung dalam keterangannya.

Untung menegaskan, paham radikal jelas tidak sejalan dengan prinsip-prinsip toleransi yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu, radikalisme tak mempunyai tempat di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang latar belakang masyarakatnya sangat beragam.

“NKRI memiliki perbedaan, tidak ada satupun kita sama, mulai dari aceh sampai papua, dari agama, suku, dan lain-lain,” tegas Untung.

Oleh karena itu, Untung mengingatkan, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga eksistensi NKRI di masa datang. Kewajiban itu khususnya melekat pada seluruh keluarga besar TNI.

“Kodam Jaya dan Keluarga Besar TNI mempunyai peran penting terus menjaga, memelihara semangat kejuangan, menggelorakan spirit kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Untung menambahkan, saat ini Kodam Jaya telah membentuk 83 Kampung Pancasila di wilayah teritorialnya.

Pembentukan kampung itu bertujuan untuk menciptakan suatu media pembelajaran Pancasila bagi masyarakat luas untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.