Optimalkan Pelaksanaan Deradikalisasi di Dalam Lapas, BNPT gelar Raker bersama Petugas Lapas

Cilacap – Pembinaan terhadap narapidana tindak pidana kasus terorisme di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tentunya sangat diperlukan. Hal ini agar di saat narapidana tersebut selesai menjalani masa pidananya diharapkan dapat kembali dengan baik di lingkungan masyarakat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Apalagi kasus terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang memiliki faktor dan dimensi yang sangat kompleks terutama faktor motivasi ideologi.

Karena tidaklah mudah melakukan transformasi ideologi dan keyakinan ekstrim dengan menggunakan pendekatan pembinaan sebagaimana diterapkan pada narapidana umum lainnya. Untuk melakukan pendekatan tersebut maka peran para pamong atau wali pendamping bagi para narapidana yang ada di dalam Lapas sangat diperlukan

Untuk itulah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Subdit Bina Dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pada Direktorat Deradikalisasi di Kedeputian I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi menggelar Rapat Kerja Program Deradikalisasi Dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tahun 2022 untuk wilayah provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Acara tersebut digelar di Fave Hotel, Cilacap, Senin-Rabu (23-25 Mei 2022).

“Maksud diadakannya Rapat Kerja Program Deradikaliasi Dalam Lembaga Pemasyarakatan untuk Wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten ini adalah untuk memberikan gambaran tentang program deradikalisasi dalam lembaga pemasyarakatan yang terpadu dan berkesinambungan di tahun 2022,” ujar Kasubdit Bina Dalam Lapas BNPT, Kolonel Czi. Roedy Widodo sekaligus Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya saat pembukaan acara.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya ini adalah dalam rangka meningkatkan persamaan persepsi, strategi dan metode program deradikalisasi bagi narapidana tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan yang efektif dan efisien.

Tujuan lain dari raker ini adalah untuk mengoptimalkan pelaksanaan program deradikalisasi dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan pemeliharaan diri (selfcare) para pelaksana (petugas lapas) dalam menjalankan deradikalisasi kepada narapidana terorisme,” ujar alumni Akmil tahun 1990 ini.

Dan yang tidak kalah penting menurutnya, tujuan diadakannya raker ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan jaringan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai stakeholder dalam pelaksanaan program deradikalisasi bagi narapidana tindak pidana terorisme yang ada di Lembaga Pemasyarakatan

Untuk itu dengan adanya raker deradikalsiasi tersebut dirinya berharap pelaksanaan program deradikalisasi bagi narapidana tindak pidana terorisme dapat berjalan secara terencana, sistematis, terpadu dan berkesinambungan.

“Sehingga nantinya dapat terbentukpelaksana deradikalisasi yang handal dan mampu mendukung pelaksanaan program deradikalisasi secara optimal serta terjalinnya komunikasi yang intensif mengenai perkembangan narapidana tindak pidana terorisme secara berkala,” katan mantan Dandim 0603/Lebak ini mengakhiri.

Seperti diketahui, acara raker deradikalisasi dalam Lapas ini diisi pemaparan materi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri, dan Direktorat Penegakan Hukum Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT. Selain itu juga akan ada diskusi panel dengan menghadirkan narasumber dari UIN Syarif Hidayatullah dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri.

Seperti diketahui, raker ini diikuti sebanyak 97 orang yang terdiri dari para petugas lapas dari empat provinsi tersebut, pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta personil dari Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Teror Polri dari Direktorat Identifikasi dan Sosialisasi dan Satgaswil yang ada di Nusakambangan